Friday, June 30, 2023

ELEKTABILITAS ANIES BASWEDAN STAGNAN, PENGAMAT UNGKAP 2 PENYEBABNYA

calon presiden (Bacapres) stagnan. Menurut dia, hal itu disebabkan dua faktor.

Umam menyatakan faktor pertama adalah karena posisi Anies yang belum terlalu jelas. Meskipun belakangan Anies mulai rajin mengkritik pemerintahan, Umam menilai hal itu belum bisa menjelaskan apa yang membuat dia berbeda dari dua Bacapres lainnya, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Dia menyatakan Anies belum bisa menjelaskan narasi perubahan yang dia usung.

"Karena itu, Anies perlu kerja lebih keras dengan menjelaskan poin-poin perubahan apa yang membedakannya dari Capres lain yang mewakili narasi keberlanjutan," kata Umam melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 24 Mei 2023.

Kedua, menurut Umam, elektabilitas Anies stagnan karena belum adanya kepastian siapa yang akan menjadi pendampingnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.  Anies sempat menyatakan telah mengantongi nama bakal calon wakil presiden (Bacawapres) yang akan mendampinginya saat menghadiri perayaan ulang tahun atau Milad PKS di DI Yogyakarta pekan lalu. Akan tetapi dia menyatakan belum akan mengumumkannya.

Umam menilai Anies belum mengumumkan nama Bacawapres karena menunggu sinyal dari Partai NasDem. Sementara di sisi lain, menurut dia, NasDem masih menunggu kepastian apakah Partai Golkar akan bergabung dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

"Menurut sejumlah informasi spekulatif, masuknya Golkar ke koalisi perubahan akan menunggu kepastian proposal mereka sebagai Cawapres Prabowo diterima atau tidak," kata Umam.

Umam menilai rencana masuknya Golkar ke Koalisi Perubahan untuk Persatuan logis. Pasalnya, adalah dianggan sebagai "ibu kandung" NasDem. Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, merupakan mantan kader partai berlambang beringin tersebut.

"Dan pertemuan Golkar-Nasdem akan mempertemukan nama-nama besar seperti Jusuf Kalla, Surya Paloh dan Luhut Binsar Panjaitan," kata dia.

Meskipun demikian, dia menilai ada satu kendala bagi Golkar untuk bergabung dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan. Dia menilai Golkar tak ingin bernasib seperti NasDem yang kemudian disingkirkan dari lingkaran Presiden Jokowi.

"Apalagi celah kerentanan hukum figur Airlangga (Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto) dinilai  tergolong tinggi," kata dia.

Karena itu, Umam mendorong agar Anies Baswedan lebih berani menjelaskan konsep perubahan kepada masyarakat dan segera mengumumkan Bacawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 2024.

"Anies tidak mungkin diharapkan bisa memimpin gerakan perubahan jika ia masih tidak punya keberanian untuk menjelaskan apa konsep perubahan yang ia usung dan masih juga tidak berani menentukan pasangannya meskipun sudah diberi kewenangan oleh koalisi pengusungnya," kata dia.

Sejumlah lembaga survei sebut elektabilitas Anies stagnan bahkan cenderung turun

Sebelumnya, sejumlah lembaga survei menyebut elektabilitas Anies Baswedan stagnan bahkan cenderung menurun. Anies disebut berada di posisi terakhir dibandingkan dua pesaingnya, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Yang terbaru adalah hasil survei Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas. Hasil survei itu menyebutkan Elektabilitas Anies terbilang stagnan selama tiga bulan terakhir di angka belasan persen. Elektabilitas Anies pada Mei 2023 ini berada di angka 13,6 persen, tak jauh berbeda dengan hasil survei yang sama pada Januari lalu.

Anies tertinggal dari Prabowo Subianto yang elektabilitasnya meningkat dari 20 persen pada Januari lalu menjadi 24,5 persen saat ini. Sementara elektabilitas Ganjar Pranowo disebut menurun dari 25 persen pada Januari lalu menjadi  22,8 persen saat ini.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) juga menyebutkan elektabilitas Anies cenderung stagnan sejak setahun terakhir. Pada  Mei 2022, elektabilitas Anies menyentuh angka 21,4 persen sementara pada Mei 2023 elektabilitas Anies hanya 20,8 persen. Saat ini, menurut LSI, Anies tertinggal dari Ganjar Pranowo di angka 31,9 persen, dan Prabowo Subianto 33,9 persen.

Lembaga Indikator Politik Indonesia yang menggelar survei pada 11 - 17 April 2023  pun menemukan hasil yang nyaris sama. Dalam satu tahun terakhir, elektabilitas Anies Baswedan bahkan dinilai cenderung turun. Pada April 2022, Anies disebut memiliki elektabilitas 26,6 persen sementara April lalu turun menjadi 25,2 persen. Sementara elektabilitas Ganjar Pranowo naik dari 32,4 persen pada April 2022 menjadi 34 persen pada April 2023. Elektabilitas Prabowo Subianto juga naik dari 30,2 persen pada April 2022 menjadi 31,7 persen pada April 2023.

 

PILPRES 2024: MENGAPA ELEKTABILITAS ANIES BASWEDAN ‘TERUS MENURUN’ SETELAH SEMPAT 'MENCURI' SUARA PENDUKUNG PRABOWO?

Pemilihan Presiden 2024 diprediksi akan berlangsung dalam dua putaran lantaran hingga delapan bulan jelang pemungutan suara digelar, peta elektoral di antara tiga kandidat calon presiden terkuat “masih terpecah” dan “belum ada kandidat yang benar-benar unggul”, kata peneliti dari sejumlah lembaga survei.

Hasil survei sejumlah lembaga menempatkan tiga nama dengan elektabilitas tertinggi yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

Namun, elektabilitas Anies disebut “terus menurun” dalam enam bulan terakhir, sedangkan Prabowo “terus meningkat”.

Hasil survei Saiful Munjani Research & Consultant (SMRC) menunjukkan suara dukungan untuk Anies sempat mencapai 28,1% pada Desember 2022, seimbang dengan Prabowo.

Tapi begitu memasuki 2023, suara Anies terus tergerus hingga menjadi 19,7% pada awal Mei lalu.

Hasil survei Indikator Politik juga menunjukkan suara Anies sempat mencapai 28,4% pada Oktober 2022, di bawah Ganjar dan di atas Prabowo.

Namun pada Mei 2023, elektabilitas Anies merosot menjadi 21,8%. Sedangkan Prabowo melesat hingga 34,8%, sedikit melampaui Ganjar yang mendapatkan 34,4%.

Direktur riset SMRC Deni Irvani dan peneliti dari Indikator Politik Bawono Kumoro, yang dihubungi secara terpisah, mengatakan basis pemilih keduanya cenderung beririsan dan Anies sempat mengambil ceruk suara dari para pendukung Prabowo.

Beberapa bulan belakangan, situasinya berbalik dan Prabowo disebut berhasil membuat para pendukungnya “balik kandang”.

Sementara itu, Anies yang mengusung “perubahan” dan menjadi “antitesa” dari pemerintahan Jokowi sejauh ini dinilai “belum berhasil memperluas basis pemilihnya”. Mengapa demikian?

METRO TIPU MEDIA PROPAGANDA POLITIK NASDEM DI PEMILU 2024

Editorial Malam di Metro TV jadi alat propaganda politik. Media Group milik Ketum Nasdem Surya Paloh, kini menjelma jadi mesin tempur di Pemilu 2024.

Propaganda politik Pemilu 2024 ala Editorial Metro TV dilakukan Nasdem tanpa malu. Tagline "Knowledge to Elevate," pun senantiasa diperkosa malam hari Pukul 21.00 WIB secara live.

Via Editorial Malam, Metro TV. Elite Media Group gencar lakukan propaganda politik. Nasdem leluasa diskreditkan lawan Pemilu 2024 tanpa ampun.

Atas nama kebebasan pers. Sinis, sarkas, bahkan fitnah dipertontonkan Editorial Malam Metro TV.

Narasa kebencian tanpa etika memasuki ruang privasi publik, lalu meludahi kode etik sebagai media mainstream independen.

Petinggi Media Group dan Nasdem telah manfaatkan Metro TV untuk menyerang calon tertentu. Gencar bangkitkan pesimis dalam narasi sumbang Pemerintah Jokowi.

Dalam Editorial Malam misalnya, mereka bicara soal etika pemimpin. Bagi publik, Dewan Redaksi Media Group hanya unjuk kebodohan (pandir), dengan menjilat ludahnya sendiri.

Bagi publik, bau busuk menyengat etika dan moralitas elite Nasdem, justru membuat rongga dada rakyat sesak.

Korupsi BTS Sekjen Nasdem atau moralitas Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto dituduh menusia bejat. Sudah cukup buat rakyat muntah. Inikah etika itu?

Mereka lupa, elite Nasdem tanpa moral dan harga diri. Anggap Anies sebagai presiden disetiap kunjungan daerah. Padahal menteri mereka masih ada di kabinet.

"Siapa Presidennya?," lalu, "Apa partainya?," tanpa malu dan etika moral sering diucapkan Nasdem dalam safari di 70 daerah seluruh Indonesia.

Nasdem memang muka badak. Politik dua kaki, tentu saja tak elok bagi pendidikan politik rakyat.

Apalagi ruang cacian sudah disediakan Metro TV lewat Editorial Malam. Sementara manusia pandir tampil tanpa malu dan harga diri menuding sana sini, bicara soal etika dan moralitas. Mereka lupa. Bah.

ELEKTABILITAS ANIES KONSISTEN NOMOR 3 BUKTI TAK LAYAK JADI CAPRES

Politisi Partai Gerindra Ferdinand Hutahaean melontarkan kata-kata nyelekit untuk mengomentari elektabilitas Anies Baswedan yang stagnan dalam berbagai hasil survei nasional yang dirilis belakangan ini.

Ferdinand mengaku bingung sekaligus prihatin dengan kondisi yang dialami Anies Baswedan, pasalnya dia sudah setahun dicapreskan NasDem namun tingkat popularitasnya justru cenderung nyungsep.

"Setengah tahun sudah berjalan sejak Anies dideklarasikan oleh Nasdem. Tapi elektabilitas ya tak jua naik," kata Ferdinand dilanasir Populis.id dari laman twitternya Jumat (23/6/2023).

Mandeknya elektabilitas Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden, kata Ferdinand justru membawa sial bagi NasDem. Selain berpeluang besar gagal merebut kursi RI 1, Partai politik besutan Surya Paloh itu juga terancam kehilangan banyak kursi di pemilu legislatif.

"Bahkan yang terjadi kebalikan bagi Nasdem seperti mendapat sial yang besar," ucapnya.

Dengan kondisi elektabilitas Anies Baswedan yang terus tenggelam Ferdinand mengatakan klaim penjegalan yang digembar-gemborkan selama ini adalah sebuah omong kosong besar, nyatanya Anies Baswedan memang tak layak maju pilpres karena masyarakat ogah memilih dia.

"Kesialan dan tidak naiknya elektabilitas Anies ini bukan karena dijegal, tapi memang karena ngga layak," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, elektabilitas Anies Baswedan tertahan di posisi paling bawah dari tiga nama cawapres yang muncul saat ini. Eks Gubernur DKI Jakarta itu sudah menjadi langganan tetap di urutan ke tiga. Sedangkan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto bergantian menempati posisi pertama.

Thursday, June 29, 2023

PSSI SEBUT JAKARTA INTERNATIONAL STADIUM TIDAK MEMENUHI STANDAR FIFA

JAKARTA International Stadium (JIS) yang diresmikan tanggal 24 Juli lalu memanglah memiliki banyak kontroversi, dari sulitnya jaringan internet yang dikeluhkan Anies Baswedan hingga robohnya pagar pembatas di Tribun Zona Utara stadion tersebut. Yang terbaru berdasarkan uji kelayakan oleh PSSI ditemukan bahwa JIS belum memenuhi standar FIFA alias belum layak untuk menggelar laga resmi dari FIFA.

Melalui hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, JIS belum memenuhi kelayakan 100% infrastruktur terutama di area drop off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter yang menumpuk di barat utara.

Bahkan melalui inspeksi ini terpantau bahwa concourse timur belum dapat digunakan, perimeter tribune juga perlu dilakukan kajian ulang, dan pagar perimeter di bawah concourse barat yang tidak kokoh. Sarana dan prasarana pendukung dianggap PSSI belum memenuhi standar FIFA, hal tersebut mencakup kantung parkir kemudian transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion yang belum memenuhi standar.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyampaikan bahwa perlu dilakukannya simulasi terkait jumlah penonton di JIS, mulai dari 25% -50% -75% -100% dari perhitungan kapasitas maksimum keamanan JIS untuk menggelar sebuah laga resmi dari FIFA.

‘’Sehingga untuk menggelar sebuah pertandingan FIFA Match Day yang mengundang animo penonton sangat banyak maka perlu dilakukan simulasi terkait jumlah penonton mulai dari 25% - 50% - 75% - 100% dari perhitungan maximum safety capacity,’’ kata Yunus.

Yunus juga menambahkan bahwa untuk stadion sebesar JIS yang begitu megah dengan daya tampung 80 ribu kursi namun JIS sendiri hanya dapat menampung sekitar 8 ribu unit kendaraan roda empat, sehingga Yunus anggap hal tersebut sangatlah riskan.

Yunus juga beranggapan bahwa ketika nantinya timnas berlaga maka animo masyarakat yang datang ke stadion akan sangat tinggi. Akses pintu masuk stadion yang hanya ada satu pintu tersebut pun dianggap mengkhawatirkan karena jika nantinya penonton keluar acara bersamaan maka akan memakan waktu yang lama.

''Di samping itu terkait dengan plafon yang rendah karena bus tidak bisa masuk, bisa jadi bus tim tamu dan tim tuan rumah berhentinya di area umum, tidak di area sebagaimana mestinya yang sudah diatur . Nah kalau kita paksakan pasti akan menjadi catalan FIFA,’’ ujar Yunus.

 

CEK FAKTA: RAJA SALMAN IZINKAN ANIES PIMPIN KHUTBAH DAN IMAM DI MASJIDIL HARAM?

Sebuah video menarasikan bakal capres Anies Baswedan diminta oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz untuk menjadi imam di Masjidil Haram. Unggahan di video itu juga menyebut Anies juga akan memberikan khutbah

Thumbnail pada video menampilkan orang-orang sedang salat di depan Kabah. Sedangkan Anies berdiri di mimbar.

"SATU-SATUNYA CAPRES RI !! RAJA SALMAN MINTA ANIES PIMPIN KHUTBAH DIDEPAN KA'BAH || BERITA TERBARU," judul video yang diunggah di YouTube.

Sedangkan isi video memperlihatkan Anies sedang khutbah. Kemudian foto Anies dan Raja Salman sedang tawaf bersama.

Setelah dilakukan penelusuran oleh cek fakta merdeka.com, video yang mengeklaim Raja Salman mengizinkan Anies Baswedan pimpin khutbah dan jadi imam di Masjidil Haram adalah keliru alias hoaks.

Setelah dilihat secara keseluruhan, isi video tidak ada kaitannya dengan Anies jadi imam di Masjidil Haram. Video Anies sedang khutbah, diambil pada tahun 2011. Video identik dengan unggahan YouTube Anies Baswedan berjudul “ Anies Baswedan- Khotbah Idul Adha 1432”

Anies menjadi khotib saat salat Idul Adha di Masjid Al-Izhar, Pondok Labu, Jakarta Selatan, 6 November 2011.

Sedangkan foto Anies dan Raja Salman sedang tawaf bersama adalah hasil editan. Foto aslinya ada Jokowi sedang umrah pada tahun 2019.

Untuk narasi video, mengutip dari artikel berjudul “Guru Besar Komunikasi UI: Buruk, Cara Andy F Noya Mewawancarai Anies Baswedan” diunggah kbanews.

Guru Besar Ilmu Komunikasi dari Unversitas Indonesia (UI) Zulhasril Nasir menilai gaya Andy F Noya dalam mewawancarai Bacapres Koalisi Perubahan untuk Keadilan Anies Baswedan sebagai sesuatu yang buruk. Dia betindak seperti Jaksa Penuntut Umum dalam pengadilan pidana.

Dalam pencairan di Google juga tidak temukan informasi soal Raja Salman izinkan Anies Baswedan jadi imam di Masjidil Haram.

Video yang mengeklaim Raja Salman mengizinkan Anies Baswedan pimpin khutbah dan jadi imam di Masjidil Haram adalah keliru.

Isi video dan narasi tidak ada pembahasan soal Anies yang menjadi imam di Masjidil Haram.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

 

RAMAI KOALISI PERUBAHAN SENTIL BALIK ADIAN SOAL ANIES GAGAL NYAPRES

Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu memprediksi Pilpres 2024 hanya akan diikuti dua calon, yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Sementara Anies Baswedan, yang saat ini telah didukung PKS, NasDem, dan PKS lewat Koalisi Perubahan, dinilai bakal gagal ikut di kontestasi politik mendatang.

Adian menilai suara Anies bakal tergerus dan kembali ke suara pemilik asal, yakni Ganjar dan Prabowo. Ia berpendapat hal ini bisa terjadi tak lepas dari endorse atau dukungan Presiden Joko Widodo kepada Ganjar dan Prabowo.

PKS sebagai salah satu parpol pengusung Anies dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) menyayangkan pernyataan semacam itu datang dari politikus partai penguasa. Dia berpendapat seharusnya Adian menyampaikan pernyataan yang menjaga persatuan masyarakat.

Juru Bicara PKS Muhammad Kholid menilai Adian paranoid. Ia melihat peluang Anies maju sebagai capres 2024 masih tetap terbuka. Ia menegaskan koalisi tetap solid hingga kini.

"Itu pikiran yang tidak bijak dan paranoid. Harusnya sebagai partai penguasa, pesan politiknya menyejukkan dan sportif," kata Kholid melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Minggu (25/6).

Seperti PKS, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menyindir balik Adian. Ali menilai hal itu hanya bisa terjadi jika Anies dijegal. Ia pun menyebut bisa saja Adian ikut dalam penjegalan tersebut.

Ali optimistis Anies tetap akan maju sebagai calon presiden. Ia menilai Anies tak punya masalah apa pun hingga saat ini.

"Bisa jadi (pilpres dua pasangan calon) kalau Adian menjadi salah satu aktor untuk menjegal Anies," kata Ali melalui pesan singkat.

Deputi Bappilu DPP Demokrat Kamhar Lakumani menilai pernyataan Adian sebagai bentuk propaganda. Menurutnya, hal ini bagian dari operasi penjegalan Anies.

"Peran yang dilakukan Bung Adian ini jika kita melihat gambar besarnya merupakan bagian dari operasi politik all Jokowi's men [orang-orang yang didukung Jokowi], bagian dari operasi besar untuk secara sistematis menjegal pencapresan Mas Anies," kata Kamhar melalui keterangan tertulis.

Kamhar menilai pernyataan Adian tentang Anies gembos dan tak akan ikut Pilpres 2024 menyesatkan. Ia pun berkata Adian menganggap rakyat bodoh dengan pernyataan itu.

Kamhar mengatakan rakyat jelas-jelas menginginkan perubahan yang ditawarkan Anies dan koalisinya. Ia yakin manuver Adian itu tak mempengaruhi pencapresan Anies pada kontestasi politik 2024 mendatang.

CALEG PENGUSUNG ANIES MUHAIMIN PUTUS ALIRAN AIR WARGA KARENA BEDA PILIHAN DUKUNGAN

Akibat beda dukungan pada pemilihan calon anggota DPR RI, aliran air ke rumah salah seorang warga di putus oleh tim sukses. Kondisi mempriha...