Monday, July 3, 2023

80 PERSEN PEMBANGUNAN JIS PAKAI DANA PEMERINTAH PUSAT

Tak berjumawa, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) atas rampungnya pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).

Diketahui 80 persen dari anggaran pembangunan JIS sekitar Rp 4,5 triliun diperoleh dari pinjaman pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) beberapa tahun sejak 2020 lalu.

 “Terima kasih kepada para pekerja yang membangun tegakkan stadion ini. Kepada jajaran Jakpro (PT Jakarta Propertindo) yang mengawal serta Pemprov DKI dan dukungan dari pemerintah pusat, utamanya Bapak Presiden Jokowi yang memungkinkan terwujudnya JIS sebagai stadion berkelas internasional,” kata Anies yang dikutip dari akun Facebook miliknya Anies Baswedan pada Selasa (26/7/2022).

Anies mengatakan, akhirnya hari yang ditunggu untuk penyelesaian pembangunan JIS telah datang. Pada Minggu (24/7/2022) malam, semua pihak yang bekerja membangun JIS telah menuntaskan fase perjuangannya.

“Di tempat ini telah lama dicanangkan, dijanjikan, dan hari ini janji itu dibayar tunai. Di Jakarta International Stadium (JIS) bukan saja kita menyaksikan sebuah bangunan mahakarya, tapi tempat ini bukti mimpi itu bisa dicapai lewat kerja keras dan tuntas,” jelas Anies.

Menurutnya, JIS merupakan mahakarya dari DKI Jakarta yang dipersembahkan untuk The Jakmania, atau suporter klub sepakbola Persija Jakarta. Mahakarya ini, kata Anies, 100 persen dibangun oleh keringat anak bangsa.

 “Perjuangan stadion kita diawali dengan modal utama yakni dukungan luar biasa dari The Jakmania, sejak janji itu mulai diungkapkan, dan The Jak bersedia mempercayai janji itu, mengawal, dan hari ini The Jakmania memenuhi stadion yang dijanjikan itu,” ucap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini. 

SURYA PALOH TOKOH PALING JOROK, BRUTAL DAN BIADAB DI INDONESIA

Pemerhati politik Iyyas Subiakto sebut Ketum Nasdem Surya Paloh adalah tokoh paling jorok, brutal dan biadab di Indonesia.

Surya Paloh tokoh paling jorok, brutal dan biadab di Indonesia diungkap Iyyas dalam Channel 2045 (1/7).

Iyyas nilai Surya Paloh tokoh paling jorok, brutal dan biadab karena gagal membangun moralitas di tubuh Nasdem.

"Percuma saja Surya Paloh itu pidato. Nyatanya dia tokoh paling jorok, brutal dan biadab di Indonesia," tegas Iyyas Subiakto.

Surya Paloh tidak udah pidato meledak-ledak, kata Iyyas, "Buktikan saja bahwa Anda (Surya Paloh) sudah salah mengelola Nasdem sehingga pembangunan di Indonesia terbenam," tegasnya.

Menurut Iyyas adalah wajar jika publik menilai Surya Paloh adalah tokoh paling jorok, brutal dan biadab di Indonesia karena membuat masyarakat terpencil dan terluar terisolasi dalam komunikasi.

Apalagi yang pantas buat Surya Paloh selain, "Tokoh paling jorok, brutal dan biadab yang pernah ada di Indonesia," tegas Iyyas.


PINTU PROJO DITUTUP UNTUK ANIES

Ponsel Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi tiba-tiba berdering. Di layar tertera tanda sebuah pesan masuk. Pesan itu datang dari orang dekat Anies Baswedan. Informasi tersebut cukup membuatnya kaget.

Sumber merdeka.com di lingkaran relawan Jokowi mengungkapkan, tujuan orang dekat Anies itu menghubungi Budi Arie adalah untuk meminta bertemu. Sayangnya, rencana tersebut bertepuk sebelah tangan.

Setelah mendapat tiket maju Pilpres dari Koalisi Perubahan, Anies memang intens melakukan safari politik. Mulai dari masyarakat hingga relawan. Salah satu yang ditarget adalah Projo, basis relawan terbesar dari pendukung Jokowi.

Mendapat pesan dari Anies, petinggi Projo buru-buru lapor ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka tidak diperkenankan bertemu Anies.

"Anies Baswedan mau ketemu, enggak boleh sama Pak Jokowi," kata sumber ketika berbincang dengan merdeka.com.

Sumber ini mengatakan, kepala negara merasa perbincangan empat mata dengan kubu Anies tak perlu dilakukan. Jokowi lantas berpesan, bila Anies harus menemui dirinya, bukan Projo. Budi Arie menolak memberikan komentar ketika ditanya ihwal rencana Anies tersebut.

"Enggak usah kasih, enggak perlu'. Langsung ke saya (Jokowi ngomong)," ucap sumber tersebut.

Ketua Panitia Musra Relawan Jokowi Panel Barus memastikan Projo tegak lurus dengan perintah Jokowi. Pertemuan dengan Anies urung terjadi.

Projo atau panitia Musra biasanya menghubungi tokoh karena kebutuhan. Misalkan melaporkan hasil musra terkait capres di daerah.

Musra merupakan forum yang digelar relawan Jokowi untuk menjaring suara masyarakat terkait calon presiden dan calon wakil presiden di Pemilu 2024. Hingga saat ini, Musra telah dilakukan di lebih dari 10 provinsi di Indonesia.

"Belum ada pertemuan dengan pak Anies. karena basisnya adalah kita kebutuhan," kata Panel Barus.

Merdeka.com telah mengonfirmasi isu tersebut ke tim pemenangan Anies, Sudirman Said. Namun, telepon dan pesan singkat kami tidak berbalas.

Seorang relawan Projo membocorkan Anies ternyata hendak berkunjung ke DPP Projo untuk mencari dukungan di Pilpres 2024. Rencana tersebut membuat elite-elite Projo geleng-geleng kepala.

"Jadi mau dukungan juga dari kita, ya pasti Anies Baswedan pengen ketemu mau main ke Projo," ungkap sumber tersebut.

Panel menanggapi, Projo sebenarnya membuka diri berkomunikasi dengan tokoh manapun. Bagi Projo, dalam berpolitik tidak ada lawan abadi. Lagipula, Anies pernah menjadi bagian dari Juru Bicara Jokowi-Jusuf Kalla pada Pemilu 2014 lalu.

"Pak Anies ngobrol sama Projo biasa saja, misalnya negor salah satu kader Projo," ujar Panel.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali membantah informasi Anies meminta dukungan ke Projo. NasDem menyarankan Anies untuk tidak berhubungan dengan relawan Jokowi.

Dia menilai bila Anies menemui relawan Jokowi justru banyak mudaratnya. Selain mempertontonkan etika politik yang tak elok, pertemuan Anies dan Projo bakal memicu tafsir negatif. Baik di kubu Koalisi Perubahan dan Jokowi.

"Sebaiknya kita hindari pertemuan tersebut agar tidak terjadi fitnah begitu," ujar Ahmad Ali.

Anies menolak berkomentar ditanya soal rencana bertemu Projo ketika berkunjung ke DPP Partai Demokrat, Kamis (2/3) kemarin. Eks Gubernur DKI Jakarta itu hanya melempar senyum menanggapi isu tersebut.

Relawan Jokowi telah menggelar musyawarah rakyat sebanyak 10 kali. Yang mengherankan, nama Anies Baswedan muncul dalam daftar Capres Musra. Meskipun suaranya tidak begitu signifikan.

Nama Anies muncul di beberapa daerah musra. Di antaranya Musra Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Barat, Yogyakarta, Papua Barat, Papua, Kalimantan Utara dan Asia Timur.

Anies rata-rata berada di luar enam besar Capres pilihan Musra. Suara terbaik Anies berada di Musra Jawa Barat. Hasil Musra di Jawa Barat itu menempatkan Anies Baswedan di posisi kelima.

Adapun urutan Capres Musra Jabar, Joko Widodo di posisi pertama dipilih sebanyak 1.704 orang atau 29,79 persen suara. Kedua, Sandiaga Uno yang memperoleh 986 suara atau 16,92 persen. Urutan ketiga, ada Ganjar Pranowo yang meraih 921 suara atau 16,10 persen.

Sementara itu, Prabowo Subianto berada di urutan ke empat dengan perolehan 635 suara atau 11,10 persen. Kelima, Anies Baswedan yang memperoleh 516 suara atau 9,02 persen.

Wasekjen Partai NasDem Hermawi Taslim menilai, munculnya nama Anies di jajaran Capres hasil Musra merupakan sinyal positif. Tren tersebut menandakan pendukung Anies berada di semua kelompok.

"Itu artinya pendukung Anies ada di mana-mana," ujar Hermawi.

 

PENGAMAT: ANIES DINILAI GAGAL ATASI BANJIR JAKARTA

Pengamat Kota Nirwono Yoga mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gagal mengatasi banjir Jakarta, Minggu (9/10/2022).

Bukan tanpa alasan, Nirwono mengatakan, terjadinya banjir kiriman dan banjir lokal yang melanda DKI Jakarta khususnya pada wilayah Jakarta Selatan beberapa hari belakangan ini mengindikasikan kurang berhasilnya Anies dan belum siapnya Pemprov DKI dalam mencegah banjir.

“Banjir kiriman yang diakibatkan luapan air sungai telah membanjiri permukiman di sekitar bantaran sungai. Sementara, banjir lokal diakibatkan buruknya sistem saluran air atau drainase kota seperti yang terjadi di Jalan Tb Simatupang, Fatmawati, dan Kemang Raya,” ungkap Nirwono saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (9/10/2022).

Seperti yang diketahui, beberapa hari belakangan ini terkhususnya pada hari Rabu, Kamis dan Jumat, DKI Jakarta terus diguyur hujan lebat disertai petir dari sore hingga malam hari. Hujan tersebut sempat menggenangi 60 titik RT di daerah DKI Jakarta dan beberapa diantaranya mengharuskan warganya untuk mengungsi. Tak hanya itu insiden banjir tersebut sempat melumpuhkan beberapa ruas jalan Kota Jakarta terkhususnya pada daerah Simatupang dan menyebabkan insiden robohnya tembok pembatas gedung MtsN 19 Jakarta Selatan yang menimbulkan 3 korban meninggal dan luka-luka.

Nirwono menilai, program pembangunan sumur resapan atau drainase vertikal tidak efektif mengatasi banjir. Sementara program grebek lumpur sungai dan saluran air atau drainase sebaiknya dikerjakan sepanjang tahun, bukan hanya menjelang musim hujan saja. Pengadaan dan penambahan pompa juga tidak banyak membantu jika daerah sekitar juga terjadi banjir dan sungai penuh dengan air.

Maka solusinya, Nirwono menyarankan untuk melakukan pembenahan sungai dalam artian melakukan pengerukan, diperdalam sungainya, dihijaukan sekitaran sungainya dan merelokasi pemukiman warga. Serta didukung dengan revitalisasi situ atau danau atau embung atau waduk (SDEW sebagai daerah tangkapan air) dan memperluas RTH baru (sebagai daerah resapan air)

Selain itu, melakukan rehabilitas saluran air juga penting untuk dilakukan. Rehabilitasi seluruh saluran air atau drainase dengan diperbesar dimensi saluran air yang ada misal dr 50 cm ke 1,5 m, 1 m ke 3m, 1,5m ke 5 m dan terhubung ke SDEW dan RTH terdekat untuk ditampung dan diterapkan secara maksimal.


Sunday, July 2, 2023

KADRUN PANIK HASIL SURVEI TAK TUNJUKKAN ELEKTABILITAS ANIES MENINGKAT

Julukan apa yang cocok buat orang yang tidak konsisten dan berstandar ganda? Munafik? Muka tembok?

Ini yang terlihat dalam diri Musni Umar.

Berdasar hasil survei (dilakukan pada 4-15 Januari 2023) LSI Denny JA terbaru, ada tiga partai yaitu PDIP, Golkar, Gerindra yang elektabilitasnya paling teratas. Sedangkan empat partai lainnya yaitu PKB, Demokrat, PKS, Nasdem. PKB mendapat dukungan 8 persen, Demokrat 5 persen, PKS 4,9 persen, dan 4,4 Nasdem persen.

Cieee, Nasdem lolos ambang batas di survei ini. Selamat ya, meski belum aman banget, masih riskan.

"Di luar tujuh partai ini, partai-partai lain yang ikut pemilu di 2024 perlu berjuang extra untuk bisa lolos parliamentary threshold. Semua partai baru yang ikut baru pertama kalinya masih menjadi partai nol koma atau dukungan di bawah 1 persen," kata survei tersebut.

Musni Umar kemudian menampik hasil survei LSI Denny JA yang menyebut peluang Nasdem memenangkan Pemilu 2024 sangat minim meski sudah mencapreskan Anies.

"Hasil survei bayaran tdk akan pernah tempatkan Nasdem sebagai pemenang pemilu. Kalau lihat fenomena sosial saat Anies berkunjung di setiap daerah, sebagai sosiolog saya yakin Nasdem elektabilitasnya tidak seperti hasil survei," katanya.

Dia bilang survei bayaran? Kalau menurut saya pribadi, hanya ada dua lembaga survei yang paling saya percayai, yaitu SMRC dan LSI Denny JA. Kredibilitas mereka bagus. Kalau Musni Umar mengindikasikan itu adalah survei bayaran, maka bisa disimpulkan Musni ini bicara asal-asalan. Kalau ada rektor yang bisa ngomong seperti orang tak punya background pendidikan, maka dialah orangnya, meski saat ini bukan lagi rektor dan memilih menjadi buzzernya buzzer Anies.

Survei itu ada pertanggungjawaban ilmiahnya. Itu bagian dari ilmu statistika yang bisa dibuktikan keabsahannya, terutama dalam hal pengambilan sampel responden. Musni hanya menggunakan indikator ramenya warga yang datang melihat Anies, ini tidak ada bedanya dengan mindset ala pendukung kelas teri. Masa rame tidaknya jadi tolak ukur elektabilitas?

Massa mah bisa dibayar, atau kita sebut saja disogok halus. Dengan embel-embel jalan sehat dengan hadiah utama rumah, mobil, motor, iPhone atau sepetak tanah di surga, yang datang langsung ribuan atau bahkan puluhan ribu. Lalu didokumentasikan, difoto dengan sudut kamera yang benar, terlihat massa sangat membludak, dengan narasi Anies sosok capres yang dirindukan warga. Rindu dari Hong Kong. Cuma mau datang nunggu door prize aja kok (yang biasanya gak akan menang, hahaha).

Lantas kenapa Musni Umar bisa disebut munafik?

Soalnya pada Agustus 2022 lalu, dia bikin statement yang bertolak belakang. Ini berawal dari Tatak Ujiyati (salah satu pembela Anies kelas berat) yang share hasil survei Litbang Kompas yang mengatakan mayoritas warga DKI Jakarta atau sekitar 68,7 persen puas dan sangat puas dengan kinerja Pemprov DKI di era Anies.

Saat itu Musni Umar ikut mengomentari. Dia memuji hasil survei tersebut. Dia juga bilang, narasi yang menyebut Anies tidak bisa kerja akhirnya terbantahkan. Dia bahkan memberikan selamat kepada Anies, Ahmad Riza Patria dan jajaran Pemprov DKI. Maju kotanya, bahagia warganya, begitulah kata Musni.

Kalau hasil surveinya bagus, buzzer Anies akan percaya lalu disebarkan lagi. Tapi kalau hasil surveinya jelek, mereka tidak percaya, lalu seenak jidatnya bilang itu adalah survei bayaran. Survei kok dipercaya. Begitulah kalau pemikiran kelompok sebelah. Ngomong semau dia, sesuka dia, kalau pas dengan narasi, dia setuju. Kalau tidak pas, dinyinyirin habis-habisan.

Mereka butuh sesuatu yang bagus untuk dibagikan dan dipamerkan. Tidak peduli isinya gimana, apakah valid atau tidak, pokoknya kalau yang memuji Anies, mereka akan bagikan. Meski isinya di luar akal sehat, yang melawan hukum alam, merusak tatanan logika, mereka tidak akan segan membagikan.

Makanya seorang rektor pun bisa ngaco cara berpikirnya. Coba kalau survei abal-abal merilis hasil survei Anies memiliki elektabilitas tertinggi 212 persen, mungkin dia bakal percaya juga dan menyindir lembaga survei yang kredibel yang tidak pernah memenangkan Anies.

Suka-suka kamu aja lah, Mus.

ANIES TAMBAH PANIK, ELEKTABILITAS SEMAKIN JUNGKIR BALIK

Elektabilitas Anies Baswedan turun saat kepuasan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) naik versi survei Indikator Politik Indonesia. NasDem santai merespons turunnya elektabilitas bakal calon presidennya itu.

"Biasa saja. Satu, semua hasil survei kita apresiasi. kita hormati dan hargai," kata Ketua DPP NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi kepada wartawan, Kamis (5/12/2023).

Gus Choi menilai hasil survei masih fluktuatif. Dia menyebut NasDem akan bekerja keras untuk menaikkan elektabilitas partai dan Anies Baswedan.

"Semua masih fluktuatif, naik turun. Segalanya masih terbuka adanya berbagai kemungkinan. Karena itu, NasDem akan bekerja keras untuk partai dan bacapres Anies," sebut Gus Choi.

Indikator Politik Indonesia (IPI) menunjukkan hasil survei tingkat elektabilitas capres memiliki korelasi dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi. Hasil survei Indikator Politik Indonesia mengungkap jika tingkat kepuasan kinerja Jokowi meningkat, tingkat elektabilitas Anies Baswedan menurun.

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, mengungkap temuan survei nasional Indikator Politik Indonesia periode tanggal 1 hingga 6 Desember menunjukkan penurunan tingkat elektabilitas Anies Baswedan dibandingkan survei dua bulan lalu.

Pada dalam simulasi tiga nama dalam temuan survei kali ini elektabilitas Anies Baswedan 28,3 persen atau turun hampir mencapai 4 persen dari elektabilitas dua bulan lalu 32,2 persen. Bawono mengatakan tren penurunan elektabilitas Anies salah satu faktornya adalah kenaikan kepuasan terhadap kinerja Jokowi.

"Kenaikan approval rating presiden dalam temuan survei periode ini menjadi salah satu faktor memiliki kontribusi terhadap tingkat penurunan elektabilitas Anies," kata Bawono, dalam keterangannya, Kamis (5/1).

Lebih lanjut, kenaikan tingkat elektabilitas Anies dalam survei periode lalu terjadi saat terjadi penurunan dari approval rating presiden. Hal itu karena Anies dinilai sebagai figur yang antitesis Jokowi.

"Karena Anies memang dipersepsikan pemilih sebagai figur bakal capres antitesis Jokowi," ujarnya.

OTAK BUSUK ANIES: MAU DISEBUT "PLAYING VICTIM" JUGA BODO AMAT, KALAU BERHASIL, APA BOLEH BUAT

Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS), Sutrisno Pangaribuan angkat suara soal pernyataan Politisi NasDem Effendy Choirie (Gus Choi) yang menyebut penolakan terhadap Anies Baswedan yang dilakukan beberapa warga dalam kunjungan adalah sebuah rekayasa dan Anies adalah pihak yang dizalimi. Sutrisno menyebut ini adalah strategi Playing Victim.

“Pernyataan Gus Choi ini semakin menambah daftar panjang ‘strategi playing victim Partai Nasdem’ sejak melakukan deklarasi calon presiden,” ujar Sutrisno dalam keterangan resmi yang diterima wartaekonomi.co.id, Selasa (27/12/22).

Menurut Sutrisno, NasDem semenjak dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai tertarik menggunakan cara yang dulu SBY lakukan untuk menjadi seorang presiden.

Sebagaimana diketahui, sejumlah aksi penolakan beberapa orang mewarnai kunjungan Anies Baswedan ke sejumlah wilayah, terbaru Anies yang menghadiri undangan kerabatnya di Solo juga memunculkan unjuk rasa sejumlah orang. Selain unjuk rasa, Sutrisno menyebut pernyataan Gus Choi saoal reshuffle kabinet juga makin menunjukkan NasDem menggunakan strategi playing victim.

 “Dari rangkaian peristiwa tersebut, Partai Nasdem sedang membangun ‘playing victim’ bagi Partai Nasdem dan Capres Anies Baswedan,” jelasnya.

Menurut politisi PDIP ini, ujung dari strategi “Playing Victim” tersebut adalah kemenangan di Pemilu 2024.

CALEG PENGUSUNG ANIES MUHAIMIN PUTUS ALIRAN AIR WARGA KARENA BEDA PILIHAN DUKUNGAN

Akibat beda dukungan pada pemilihan calon anggota DPR RI, aliran air ke rumah salah seorang warga di putus oleh tim sukses. Kondisi mempriha...