Wednesday, July 5, 2023

ADA KRISIS AIR BERSIH DI MARUNDA, ANIES BASWEDAN SALAHKAN SWASTANISASI AIR DI JAKARTA

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya dapat meminta penyertaan modal daerah (PMD) untuk mempercepat pipanisasi setelah berakhirnya swastanisasi air tahun 2023.

"Kalau bisa melakukan PMD, maka pipanisasi bisa berjalan lebih cepat, karena pembangunan pipanisasi itu sangat dipengaruhi oleh berapa banyak kita meletakkan investasi," kata dia di Museum Bahari, Penjaringam, Jakarta Utara, Jumat, 2 September 2022.

Anies merespons krisis air bersih yang menimpa warga Kampung Nelayan Marunda Kepu, Cilincing, Jakarta Utara. Warga di pesisir Jakarta itu tak bisa mengakses air bersih sejak 14 April 2022.

Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) yang tinggal di dua RT menjadi korbannya. Mereka adalah warga di RT 008 dan 009 serta RW 007 Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing.

Anies menjelaskan selama ini pemerintah DKI tak bisa mengerjakan program pipanisasi. Sebab, penyaluran air bersih masih dikelola pihak swasta, yaitu PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) dan PT Aetra Air Jakarta.

"Kalau 2023 nanti akan dikerjakan oleh DKI maka, DKI bisa melakukan investasi pembangunan pipa. Kemarin tidak bisa," jelas dia.

Karena itulah, Anies melanjutkan, selama ini PAM Jaya membangun tangki portable di beberapa kampung. Tujuannya agar warga bisa memperoleh air bersih dan menahan publik mengambil air tanah. "Ini bisa nanti selesai begitu PAM Jaya mendapatkan kewenangan kembali," ujar dia.


 

Tuesday, July 4, 2023

SEMUA ASPEK DIPOLITISASI OLEH ANIES, BAHKAN SAAT MENUNAIKAN IBADAH HAJI

Dua bakal capres 2024, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo sama-sama menunaikan ibadah haji pada 2023.

Keduanya juga sama-sama dijamu makan siang oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Makkah pada Kamis (29/6/2023).

Namun, dari pantauan akun media sosial keduanya, hanya Anies yang beberapa kali mengunggah momen ibadah haji serta jamuan dari Kerajaan Arab Saudi.

Sementara Ganjar tidak ada mengunggah kegiatan ibadahnya selama di tanah suci.

Pengamat politik Karyono Wibowo mengatakan Anies beberapa kali mengunggah foto kegiatan bersama Kerajaan Arab Saudi tersebut meskipun itu suatu hal yang lumrah.

"Tidak ada yang salah dari yang dilakukan Anies, hanya saja terkesan pamer dan ingin mendapat pengakuan bahwa dirinya diundang Raja Salman," ujar Karyono saat dihubungi, Sabtu (1/7/2023).

Dia menilai, tindakan Anies itu sebagai upaya mendapatkan efek elektoral.

"Anies mungkin sengaja mengkapitalisasi momen kebersamaaan dengan Raja Salman untuk membangun citra diri dengan harapan mendapat simpati umat muslim," ujar dia.

Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad pun membandingkan perbedaan antara Anies dan Ganjar dalam menjalan ibadah haji.

Menurut Saidiman, tindakan Anies mengunggah kegiatan undangan makan siang oleh Raja Salman semacam bentuk pengakuan.

"Ya, saya juga melihat ada perbedaan antara Ganjar dan Anies dalam memperlakukan ibadah haji yang mereka ikuti. Setidaknya itu terlihat dari unggahan di masing-masing akun media sosial mereka, terutama Instagram," ujar Saidiman.

Dia menyebut, Anies sejak berangkat sudah mengunggah postingan soal perjalanan hajinya.

Hal tersebut berbeda jauh dengan Ganjar Pranowo yang terlihat elegan dengan tidak mengunggah kegiatan dan ibadah yang dilakukannya.

"Sementara Ganjar tidak punya postingan sama sekali soal itu," kata dia.

Dia pun menilai unggahan Anies itu menunjukkan karakternya lebih banyak memanfaatkan setiap moment. "Sementara Ganjar lebih selektif," imbuh dia


FIFA DAN 3 MENTERI JOKOWI SEBUT JIS TAK SESUAI STANDAR INTERNASIONAL

Tiga menteri Kabinet Jokowi kompak bicara soal Jakarta International Stadium atau JIS yang dinilai tidak sesuai standar FIFA dan karenanya tidak layak menggelar pertandingan Piala Dunia U-17 2023 yang digelar November-Desember mendatang.

Nama JIS muncul menjadi alternatif tempat pertandingan Piala Dunia U-17 karena Stadion Gelora Bung Karno kemungkinan akan digunakan untuk konser Coldplay. Sehingga, perlu dicari stadion alternatif. Nama JIS keluar dari Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo memberi arahan kepada Ketum PSSI Erick Thohir untuk mempertimbangkan stadion lain yang dapat digunakan sebagai lokasi pertandingan Piala Dunia U-17 2023.

Menurut Presiden, pemerintah dan PSSI akan mencari solusi mengingat pertandingan FIFA U-17 World Cup 2023 digelar 10 November hingga 2 Desember 2023 dan bertepatan dengan konser musik Coldplay yang dijadwalkan pada 15 November 2023 di Stadion Utama GBK Senayan.

Presiden pun menyebutkan sejumlah stadion yang sebelumnya telah digunakan untuk pertandingan kelas dunia, seperti JIS, Stadion Manahan Solo, Stadion Jalak Harupat Bandung dan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI kemudian merespons pernyataan Presiden Jokowi tersebut. Namun, kata Erick, FIFA akan kembali meninjau dan mengecek ulang.

"Saya sangat terbuka arahan Bapak Presiden untuk juga beberapa stadion yang memang standarisasinya sudah bisa. Itu yang saya sampaikan kepada Bapak Presiden. Tentu FIFA akan meninjau ulang. Jangan sampai nanti stadion yang kita usulkan tidak sesuai dengan standarisasi," kata Erick.

Adapun soal JIS, Erick menyatakan terdapat sejumlah aspek yang perlu perbaikan dari stadion yang dibangun di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

Erick mengungkap sejumlah kendala dan kekurangan Jakarta International Stadium (JIS) sehingga dianggap tidak layak untuk menggelar pertandingan Piala Dunia U-17 2023.

Menurut Menteri BUMN itu, JIS terkendala soal kapasitas parkir dan akses penonton. Kemudian, yang harusnya ada empat pintu, baru terbuka satu pintu. "Ini yang tentu harus kita antisipasi keselamatan daripada suporter," kata Erick saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta seperti dilansir dari Antara, Senin, 26 Juni 2023.

Karena itu menurut Erick, JIS mempunyai keterbatasan akses keluar-masuk penonton ang dapat memengaruhi keselamatan dan keamanan penonton. Selain itu, kekurangan stadion JIS adalah penggunaan rumput jahitan.

Untuk menyelesaikan berbagai kekurangan JIS itu, Erick bersama Penjabat Gubernur DKI Jakarta dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan meninjau langsung JIS untuk memastikan kelayakan stadion tersebut sesuai standar FIFA.

"Kira-kira kekurangan apa yang harus dilengkapi? Saya yakin tidak mungkin FIFA tidak bilang standarnya tidak masuk karena sesuatu hal yang politis, tidak. Tetapi memang standar harus diselaraskan," kata Erick.Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun ikut bicara soal kendala JIS menjadi tempat pertandingan Piala Dunia U-17 2023.

Senada dengan Erick, Basuki mengatakan hal krusial yang harus diperhatikan soal JIS adalah akses dan parkir. Berdasarkan pengalaman konser musik Dewa di JIS beberapa waktu lalu, penonton konser mengalami kesulitan saat pulang dari JIS.

"Nanti akan kami evaluasi dulu. Saya mau koordinasi dulu dengan Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir," katanya.

HAJI ANIES TAK MABRUR! GARA-GARA PAMER IBADAH HAJI DI MEDSOS

Miris. Itulah kesan pertama penulis setelah melihat kelakuan Anies Baswedan.

Pada hari Rabu, tanggal 21 Juni 2023, sebanyak 50 orang jamaah haji yang diundang Raja Salman, dilepas oleh Duta Besar Arab Saudi ke tanah suci.

Jamaah calon haji tersebut diberangkatkan dari Hotel St. Regis, Kuningan Jakarta Selatan menuju bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan bus pariwisata lalu terbang dengan menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines menuju Jeddah. "Pada tahun ini, sekitar 50 jamaah haji telah diundang sebagai tamu khusus oleh Raja Salman, sesuai perintah beliau," kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi. Sumber

Sekarang, mari kita berpikir kritis dengan logika sederhana.

Dubes Arab Saudi melepas 50 jamaah haji undangan Raja Salman pada tanggal 21 Juni 2023.

AHY melepas Anies dan keluarga ke tanah suci menggunakan jasa Dream Tour Travel tanggal 22 Juni 2023.

Jadi, masih percaya jika Anies Baswedan diundang ke tanah suci oleh Raja Salman?

Lalu, bagaimana dengan foto bertemu dengan Pangeran Arab Saudi yang diposting oleh Anies?

Foto tersebut juga dimuat dalam akun instagram @dreamtour.official.

Kalau dilihat fotonya, seolah Anies Baswedan sangat spesial sehingga bisa bertemu dengan Pangeran Arab Saudi.

Padahal jika ditelusuri dalam akun twitter resmi berita kerajaan Arab Saudi @spagov

Pangeran Arab Saudi melakukan resepsi tahunan untuk raja, pejabat pegara, dan pejabat yang melaksanakan haji dan kebetulan ada foto Anies Baswedan tahun ini.Sumber

Bahkan ada Puan Maharani yang sudah berdiri di barisan selanjutnya untuk bersalaman dengan Pangeran Arab Saudi.

Ada juga foto Pak Ganjar yang hadir dalam acara seremonial bersama Pangeran Arab Saudi tersebut.

Logika sederhana.

Apa mungkin Puan Maharani yang sudah antri di barisan tidak disalami oleh Pangeran Arab Saudi hanya karena tidak ada fotonya seperti Anies Baswedan salaman dengan Pangeran Arab Saudi?

Apa mungkin Ganjar yang hadir dalam acara tersebut tidak disalami oleh Pangeran Arab Saudi hanya karena tidak ada foto dokumentasinya?

Lalu, kenapa Anies begitu bangga memposting fotonya bertemu dan bersalaman dengan Pangeran Arab Saudi?

Apakah Anies Baswedan ingin “mempolitisi” ibadah hajinya, seolah dialah yang paling spesial hingga diundang oleh kerajaan dan bisa salaman dengan Pangeran Arab Saudi?

Jadi ingat jika buzzer Anies juga “membodohi” umat dan rakyat Indonesia dengan mengatakan hanya Anies Baswedan, capres Indonesia yang ke tanah suci tahun 2023 ini. Article

Yang mirisnya, video pembodohan tersebut sudah ditonton sampai 120 ribu kali.

Yang lebih menyesatkan lagi, buzzer Anies Baswedan malah makin membodohi umat dan rakyat Indonesia dengan video narasi Anies didoakan 3 imam besar Masjidil Haram jadi Presiden setelah bertemu Raja Salman.

Sejak kapan Anis Baswedan bertemu Raja Salman?

Bukankah dia hanya bertemu dan bersalaman dengan Pangeran Arab Saudi?

Apakah buzzer Anis tidak tahu malu menyebarkan video sesat menyesatkan demi pencitraan Anies Baswedan?

Apalagi video sesat tersebut dimuat dalam kanal youtube, yang artinya buzzer Anis menyebarkan hoaks demi uang tapi pendukung Jokowi yang difitnah sebagai buzzer rupiah.

Dan setelah dilacak, foto tersebut ternyata foto lama tahun 2017 yang beritaya dimuat di detik pada saat Anies Baswedan umrah, bukan foto tahun 2023 saat ini.

Inikah narasi sistematis yang “dimainkan” oleh Anies Baswedan dan buzzernya?

Anies Baswedan yang naik haji pakai Dream Tour and Travel, dilepas AHY tapi membuat narasi dirinya diundang oleh kerajaan Arab Saudi.

Untuk lebih menyakinkan, Anies memposting foto dirinya bertemu dan bersalaman dengan Pangeran Arab Saudi, seolah dirinya sangat spesial.

Padahal faktanya, itu hanya cara seremonial tahunan yang dilakukan oleh Pangera Arab Saudi untuk menjamu raja, pejabat Negara dan penjabat dari seluruh dunia. Bahkan dalam pertemuan tersebut ada Puan Maharani dan Ganjar juga.

Buzzer Anies juga menambahkan narasi pujaannya, dengan mengatakan Anies didoakan oleh 3 imam Mesjid Haram untuk jadi Presiden Indonesia tahun 2024 nanti.

Jadi ingat pernyataan Anies Baswedan, bahwa perilaku pendukung itu mewakili sifat yang didukung dan itu terbukti saat ini.

Akhir kata, silahkan rakyat menilai sendiri siapa Anies Baswedan dengan melihat kelakuan buzzernya yang menyebarkan berita hoaks demi uang.

TERANG-TERANGAN, REFLY HARUN INGIN BANGKITKAN ORMAS HT! DAN FP1 UNTUK URUS NEGARA JIKA ANIES MENANG

Depan relawan Anies, Youtuber Refly Harun ingin PKS, HTI dan FPI di Pemerintahan Anies Baswedan terlibat urus negara.

Bersama  Anies, kata Refly, "PKS, FPI dan HTI akan dilibatkan urus negara," tegasnya. Dalam acara Relawan Anies, Bimtek Jarnas Siliwangi Jawa Barat (3/7).

Refly sebut negara sudah gila, karena tak libatkan PKS, HTI dan FPI ikut urus pemerintahan, "Mereka disingkirkan," ujarnya, beda jika Anies menang.

"Negara sudah gila," ujar Refly pada relawan Anies. "Kalau Anda dekat HTI, PKS atau FPI, Anda akan disingkirkan urus negara".

Refly sebut negara sudah gila karena takut pada HTI, FPI dan PKS, "Aneh, tapi sama orang korupsi tidak takut," ujarnya disambut sorak relawan Anies.

"Kita doakan agar penguasa seperti itu masuk neraka jahanam," ucapnya disambut relawan Anies.

"Karena itu, Saya ajak agar fokus menangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024," ujarnya.

SATU LAGI, WALI KOTA MAKASSAR DANNY POMANTO TINGGALKAN NASDEM

Jelang Pemilu 2024, Wali Kota Makassar Danny Pomanto justru tinggalkan Partai Nasdem. Surat pengunduran Danny alias Mohammad Ramdhan Pomanto beredar dijagat maya (2/7).

Alasan Wali Kota Makassar Danny Pomanto tinggalkan Nasdem jelang Pemilu 2024, belum diketahui. Publik menduga disebabkan mahar yang diminta DPP Nasdem.

Dikutip Kompas.com; Danny Pomanto benarkan dirinya tinggalkan Nasdem, "Ya benar, saya telah mengundurkan diri dari Nasdem," ujarnya, namun soal alasan, dia berjanji akan beri klarifikasi.

"Secepatnya kita akan gelar konferensi pers soal pengunduran saya," ujarnya, berharap publik mendapat kejelasan alasan dirinya tinggalkan Nasdem.

Sementara banyak Parpol melakukan konsolidasi internal untuk pemenangan Pemilu 2024, kader Nasdem justru dihadapkan fenomena ramai-ramai kader tinggalkan Nasdem.

Pengamat Adi Prayitno menilai sejak deklarasi Nasdem pada Anies Baswedan yang terkesan mendadak, "Membuat Nasdem justru dihadapkan segudang persoalan internal," ungkapnya.

Soliditas internal Nasdem sangat rapuh, "Mereka seperti anak ayam yang kehilangan induknya menjelang Pemilu 2024. Fokus Pusat hanya seputar elite tanpa menyentuh akar rumput," ujarnya memberi analisa.


Monday, July 3, 2023

TOKOH MUDA NU: PERTEMUAN ANIES-PANGERAN MBS TERLALU DIBESARKAN, KARENA GANJAR JUGA KETEMU

Menurut tokoh muda NU, Ubaidillah Amin Moch alias Gus Ubaid, pertemuan antara Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman al-Saud (MBS), terlalu dibesar-besarkan, baik di media massa maupun media sosial.

Namun, apakah pertemuan ini benar-benar memiliki makna yang mendalam? Ataukah hanya pertemuan yang dibesar-besarkan sebagai upaya untuk mencari popularitas? Pada kenyataannya, pertemuan tersebut hanyalah momen dalam rangka penerimaan tahunan yang dilakukan oleh Raja Arab Saudi kepada para pejabat, negara, dan tokoh agama yang sedang menjalankan ibadah haji.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amudi telah menjelaskan tentang kriteria seorang Muslim mendapat undangan haji dari Kerajaan Arab.

Seperti diketahui, Kerajaan Arab Saudi selalu memberikan undangan setiap tahunnya untuk negara berpenduduk muslim, termasuk Indonesia. Kriteria untuk mendapatkan undangan haji khusus tersebut adalah melalui Kedubes Arab Saudi, yang selanjutnya akan dikoordinasikan dengan otoritas terkait di Indonesia. Tahun ini, sebanyak 50 Warga Negara Indonesia (WNI) mendapatkan undangan haji dari Raja Salman.

“Kembali ke pertemuan Anies dengan MBS. Jika dilihat lebih jauh, pertemuan ini sebenarnya terlihat biasa dan tidak memiliki makna mendalam. Jabat tangan dan pertukaran kata-kata yang secukupnya, semuanya dalam kerangka formalitas. Tidak ada kedekatan atau kehangatan dalam momen tersebut. Anies hanya mengucapkan terima kasih secara klise, tanpa adanya sentuhan personal yang lebih dalam,” kata tokoh muda NU, Ubaidillah Amin Moch (Gus Ubaid) dalam pernyataan tertulisnya kepada beritajatim.com, Sabtu (1/7/2023).

“Saya kemudian teringat pertemuan seorang pejabat Indonesia dengan Pangeran MBS pada pertengahan tahun lalu. Adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, yang diterima dengan begitu hangat oleh Pangeran MBS atas undangan langsung dari beliau. Hal ini pernah diunggah oleh Luhut di akun Instagram pribadinya” imbuhnya.

Menueut Gus Ubaid, pertemuan yang terjadi antara Luhut dan Pangeran MBS tampak jauh lebih bermakna dan mengesankan. Mereka menciptakan suasana yang hangat dan akrab. Bukan hanya jabat tangan, Luhut bahkan mendapatkan pelukan dari MBS, sebuah gesture yang menunjukkan kedekatan dan hubungan yang lebih dari sekadar diplomasi biasa.

Luhut menyampaikan aspirasi Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan Arab Saudi. MBS pun memberikan perhatian penuh dan tanggapan yang hangat. “You are a true friend to Saudi Arabia and to me personally,” ujar Pangeran MBS kepada Luhut ketika itu.

Pangeran MBS juga menyampaikan pesan, “Bila Indonesia maju, maka Arab Saudi juga maju.” Yang menjadi bukti nyata komitmen untuk saling mendukung dan menjadikan kerja sama antar kedua negara yang saling menguntungkan.

Setelahnya, Luhut bahkan diajak makan malam di halaman Istana Kerajaan bersama jajaran kabinet senior Arab Saudi. Sebuah hal yang langka terjadi karena menurut Dubes Indonesia, Pangeran MBS sangat jarang menerima tamu dari luar. Luhut juga mendapatkan cinderamata berupa ‘kiswah’ atau potongan kain Ka’bah dan juga replika kunci Ka’bah, yang kemudian diberikan Luhut kepada Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar ketika berkunjung ke Masjid Istiqlal sepulang dari Arab Saudi.

“Maka terasa sangat janggal jika kemudian foto pertemuan Anies dengan Pangeran MBS tampak begitu dibesar-besarkan seperti sekarang. Dan, tidak salah jika banyak pihak yang menangkap bahwa pertemuan ini telah menjadi objek politisasi yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik Anies menjelang Pemilihan Presiden 2024,” tuturnya.

Dalam suasana politik yang semakin panas, pertemuan dengan tokoh besar Islam seperti Pangeran MBS dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk memperoleh popularitas dan mendapatkan dukungan politik dari umat Muslim.

“Kita, sebagai rakyat yang mengharapkan Pilpres yang lebih sehat, yang menonjolkan adu gagasan untuk membuat Indonesia Maju, sudah seharusnya tidak terjebak dalam permainan politik identitas semacam ini. Pilpres yang akan datang haruslah didasarkan pada visi, program kerja, dan rekam jejak kandidat, bukan hanya popularitas atau kesamaan identitas. Kita harus melihat dengan jernih dan menilai berdasarkan substansi, bukan hanya permukaan semata,” jelasnya.

Sebagai pemilih yang cerdas, lanjut dia, juga harus mampu melihat melampaui politisasi pertemuan semacam ini. “Kita perlu mengajukan pertanyaan yang kritis dan memeriksa motivasi di balik penekanan yang diberikan pada pertemuan Anies tersebut. Apakah pertemuan ini benar-benar memberikan manfaat konkret bagi rakyat Indonesia? Ataukah hanya sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan politik semata?” tanyanya.

“Mari fokus pada kepentingan nasional, memilih pemimpin yang berkomitmen untuk memajukan bangsa dan menghadirkan perubahan yang nyata. Kita harus memilih berdasarkan pemikiran rasional dan kepentingan yang lebih besar, tidak terjebak dalam manipulasi politik yang hanya mengaburkan pandangan kita,” pungkasnya.

CALEG PENGUSUNG ANIES MUHAIMIN PUTUS ALIRAN AIR WARGA KARENA BEDA PILIHAN DUKUNGAN

Akibat beda dukungan pada pemilihan calon anggota DPR RI, aliran air ke rumah salah seorang warga di putus oleh tim sukses. Kondisi mempriha...