Wednesday, August 30, 2023

AMAZING, DEPAN CIVITAS AKADEMIKA FISIP UI ANIES BOHONG

Amazing, Anies bohong soal dana Covid di tengah civitas akademika FISIP UI soal kebijakan pemotongan paksa pendapatan ASN Jakarta.

Depan mahasiswa, dosen dan civitas akademika FISIP UI, amazing Anies bohong soal dana covid (28/8). Pasca jawab pertanyaan mahasiswi UI soal pemotongan pendapatan ayahnya yang bekerja sebagai ASN DKI Jakarta.

Anies bohong dengan dalih pemotongan 50 persen Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), dilakukan atas izin ASN. Ck ck amazing.

"Saya sudah tanya ASN. Dan mereka ikhlas untuk membantu warga Jakarta yang membutuhkan sembako saat pandemi Covid," ujarnya.

Pada ASN, dia beri pilihan: "Saat itu saya katakan pada ASN. Ada uang Rp1,6 triliun untuk Rp60.000 ASN Jakarta. Atau kita berikan pada 2,4 juta keluarga terdampak Covid," ujarnya, dan ASN setuju. Ini terjadi pada Mei 2020.

Di masa pandemi 2020-2021 DKI justru hamburkan uang APBD. Kebohongan Anies diungkap data website ehibahbansosdki.jakarta.

Disebutkan jika pada 2020, Pemprov menyalurkan dana hibah Rp2,84 triliun untuk 252 ormas dan yayasan yang terdaftar di DKI.

Pada tahun 2021, Pemprov juga mendapat pinjaman dari Bank DKI untuk memulihkan Ancol sebesar Rp1,2 triliun. Angka ini pernah melambung jadi Rp1,4 triliun karena bunga dan denda.

Anies bohong depan civitas akademika FISIP UI sungguh amazing (luar biasa). Sementara dosen dan mahasiswa manggut-manggut mirip ayam mamam karet. Bah. 

MAHASISWI FISIP UI BONGKAR ANIES BURUK ATASI COVID DI JAKARTA

Mahasiswi FISIP UI bongkar Anies Baswedan buruk tangani pandemi Covid 19 selama jadi Gubernur DKI Jakarta.

Mahasiswi UI lantang bongkar kinerja buruk Anies tangani Covid di Jakarta. Diungkap dalam sesi tanya jawab di Aula FISIP Universitas Indonesia (UI), (28/8).

Saat sesi pertanyaan. Mahasiswi FISIP UI jurusan Hubungan Internasional angkatan 2023 itu bertanya; "Saya anak seorang PNS di Jakarta," ujar dia perkenalkan diri.

Bapak selalu bicara soal kesejahteraan, kata mahasiswi UI itu, "Bagaimana Bapak bisa penuhi janji soal kesejahteraan. Sedangkan janji Bapak untuk lunasi hutang pakai gaji PNS Jakarta belum dilunasi," terang dia disambut riuh mahasiswa.

Mahasiswi FISIP UI pun bongkar rekam jejak Anies yang buruk selama atasi Covid 19 di Jakarta. Sontak gegerkan kesadaran para pendukung Anies, jika idolanya tukang hutang.

Anies yang sempat bereaksi gugup menjawab; "Saat itu saya katakan pada ASN. Ada uang Rp1,6 triliun untuk Rp60.000 ASN Jakarta. Atau kita berikan pada 2,4 juta keluarga terdampak Covid," ujarnya.

Dan Anies yakin jika APBD sudah pulih, "Uang itu berangsur akan dikembalikan," ujarnya umbar janji palsu. Mengapa? karena dia bukan lagi pejabat Pemprov DKI.

Kebohongan Anies makin parah. Karena saat pandemi Covid, nyatanya anggaran APBD Jakarta tidak banyak terdampak.

Apalagi di saat pandemi tahun 2020 dan 2021, tak banyak pembangunan infrastruktur yang bisa dilakukan di Jakarta. Lalu mengapa tidak gunakan dana tersebut. 

Tuesday, August 29, 2023

TERUNGKAP, ALASAN ANIES DIBERHENTIKAN JADI MENDIKBUD

Anies Baswedan akhirnya blak-blakan terkait alasan dirinya dicopot Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Pada 27 Juli 2016, publik dibuat terkejut dengan dicopotnya Anies sebagai Mendikbud. Anies hanya mengemban tugas kurang dari dua tahun di periode pertama pemerintahan Jokowi.

Hingga kini alasan pencopotan itu masih simpang siur dan menimbulkan tanda tanya besar.

Posisi Anies kala itu digantikan oleh kader Muhammadiyah, Muhadjir Effendy.

Dalam wawancara bersama ekonom Rhenald Kasali, Anies menyebut alasan dirinya dicopot karena presiden memiliki helicopter view yanh lebih luas daripada orang kebanyakan.

"Jadi ketika presiden di tahun 2016 memutuskan tugas saya sebagai Mendikbud selesai, saya sampaikan terima kasih sudah diberi kesempatan untuk bertugas di Kementerian Pendidikan," ujar Anies dilansir dari Podcast Intrigue, Selasa (22/8/2023).

Hal senada juga diungkapkan Ketua Konferedasi Nasional Relawan Anies (KoReAn), Muhammad Ramli Rahim yang pernah mengungkapkan alasan di balik terdepaknya Anies Baswedan dari kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Ramli menegaskan, Anies di-reshuffle bukan karena kinerjanya buruk, tapi lebih kepada kebutuhan politik Presiden Jokowi kala itu yang ingin mengakomodir Muhammadiyah.

"Bukan karena kinerjanya. Justru kinerja Pak Anies bagus. Waktu itu Pak Jokowi butuh dukungan Muhammadiyah, kalau NU kan sudah. Muhammadiyah tidak meminta apapun kecuali satu jabatan menteri saja dan harus di situ yakni Menteri Pendidikan. Sementara Anies kan sudah disitu," ungkap Ramli kepada fajar.co.id di Makassar, sesaat lalu.

Ramli menyatakan, kepentingan Muhammadiyah sebenarnya bukan hanya sekadar jabatan, tapi bagaimana lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah bisa terayomi dengan baik oleh Kementerian.

Sebelum di-reshuffle, ungkap Ramli, Anies terlebih dahulu dipanggil menghadap Presiden Jokowi guna mengabarkan pemberhentian tugas tersebut.

Dalam pertemuan itu, Anies juga sempat ditawarkan jabatan lain, tapi dengan tegas ia menolak tawaran menggiurkan tersebut.

"Jadi waktu itu Pak Jokowi sudah panggil Anies sebelum diganti. Anies sebenarnya ditanya, setelah ini Anies mau dimana. Termasuk Yuddy Chrisnandi (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) bersamaan itu ditanya mau kemana? Kalau Yuddy jawab terserah pak presiden, saya ditugaskan ke mana saya siap. Kalau Anies cuma bilang pak presiden sudah mencukupkan, saya cukup sampai di sini," beber mantan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Diketahui Anies sempat menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) masa pemerintahan Jokowi 2014-2019.

Ia dilantik jadi Mendikbud pada 27 Oktober 2014, kemudian dicopot dalam reshuffle kabinet jilid II, 27 Juli 2016. 

ANIES DITANYA APAKAH MENYESAL GUNAKAN POLITIK AGAMA DI PEMILU, JAWABANNYA MENGEJUTKAN

Julukan Bapak Politik Identitas terhadap Anies Baswedan ternyata tak hanya diketahui oleh masyarakat Indonesia. Kabar itu sampai ke negara Kanguru, Australia.

Dalam sebuah wawancara resmi yang disiarkan program berita Australia, Jurnalis ABC Australia, Beverley O’Connor menanyakan prihal politik identitas yang kerap disematkan ke Anies.

Sang jurnalis mengungkit Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 silam.

Saat itu, Anies bertarung dengan gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang berlatar etnis Tionghoa dan beragama Kristen.

Anies dituduh memakai politik agama, karena mendapat dukungan dari kelompok FPI, ormas yang kini sudah dibubarkan. Bahkan, hingga saat ini dijuluki Bapak Politik Identitas.

“Anda sangat dikritik karena kampanye yang sangat membelah, ketika Anda mencalonkan Gubernur dan menang. Anda bekerja sama, Anda memainkan kartu agama dan hal itu menghantui Anda sejak saat itu. Apakah Anda menyesalinya?” tanya Beverley dalam bahasa Inggris.

Anies lalu menyambut pertanyaan itu, dengan retorika khasnya memberi penjelasan. Menurutnya, Pemilihan Umum (Pemilu) memang begitu, selalu ada keterbelahan.

Contohnya, jika kandidat berbeda jenis kelamin, satu laki-laki dan satu perempuan, maka isu gender akan mendominasi pembicaraan. Itu bisa menjadi faktor keterbelahan.

“Dan kemudian jika calon berasal dai kelompok etnis berbeda, maka faktor etnis dapat menjadi faktor ketebelahan,” jelas eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Jangankan Pemilu, hal sama terjadi saat referendum. Ia mencontohkan saat penentuan Britania Raya apakah akan keluar dari Uni Eropa atau tidak.

“Dan bahkan ketika Anda mengadakan referendum di mana tidak ada orang untuk dipilih. Tidak ada ketelibatan isu agama, tetap bisa jadi pembelahan. Misalnya Brexlit, terjadi keterbelahan di sana. Tidak ada kandidat, tidak ada agama, tidak ada aliran kepercayaan dalam referendum tersebut,” terangnya.

“Jadi sama saja jika ada calon Muslim dan calon Kristen, maka isu agama jadi perhitungan,” lanjut eks Rektor Universitas Paramadina itu.

Tidak sampai di situ, Beverley terus mencecar Anies dengan pertanyaan soal politik identitas.

Ia menanyakan, bagaimana politik identitas bisa digunakan tanpa berdampak buruk.

Anies pun melanjutkan penjelasannya. Ia bilang, di setiap Pemilu, setiap kubu selalu melabeli kubu lainnya.

Namun sejak 2017, ia mengaku telah menyelesaikan masa jabatannya setelah dinyatakan menang.

Sepanjang itu, tak juga mengkonfrontasi pelabelan dimaksud.

“Karena saya tidak ingin membalas pernyataan dengan pernyataan. Jadi yang saya lakukan adalah, saya bekerja lima tahun di Jakarta. Dan benar-benar memberikan kesempatan yang sama, memberi pelakuan yang sama pada kelompok agama apapun,” paparnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang telah diusung oleh tiga Partai Politik ini mengatakan, menjawab politik identitas yang diidentikkan dengan dirinya, bisa dilihat dari rekam jejak. Bukan asumsi.

“Dan nyatanya, kami menciptakan rasa stabilitas. Rasa damai di Jakarta dan sekarang semuanya sudah selesai. Jadi saya mengundang semua orang untuk menilai saya bukan berdasarkan asumsi tapi berdasarkan jejak,” pungkasnya. 

SAAT TOKOH TIONGHOA BANDUNG SAMBUT HANGAT ANIES BASWEDAN

Bakal Calon Presiden Anies Baswedan disambut secara hangat saat berdialog dengan para tokoh Tionghoa dari Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) dalam rangkaian kunjungannya ke Museum Indonesia Tionghoa di Jalan Nana Rohana Nomor 37, Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, Sabtu, 26 Agustus 2023.

“Pagi, Pak Anies. Selamat datang,” sambut Henry Husada yang didampingi para Pengurus YDSP dengan ramah saat menyalami Anies Baswedan setibanya di lokasi pukul 11.15 WIB. Henry adalah pengusaha di bidang properti yang dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Koordinasi Wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Sebelum dilangsungkan acara diskusi dari hati ke hati, Anies dipandu untuk melihat museum sejarah perjuangan kaum Tionghoa di Indonesia, dimulai dari kedatangan Laksamana Ceng Ho ke Nusantara, kemudian kisah Raden Fatah (Jin Bun). Galeri juga menampilkan deretan nama terkenal, seperti Muhammad Syafi’i Antonio, Kwik Kian Gie, Susi Susanti, Ignatius Jonan, dan banyak lagi.

Jarum jam berlari mendekati tengah hari, acara lalu dibuka oleh Bengbeng. Ia mengajak ratusan tamu untuk berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana makin khidmat tatkala Edi Fu didaulat membacakan doa. Dalam kata pengantar sebelum memimpin doa, Edi mengulang momen pertemuan saat Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu menjadi Moderator Debat Calon Presiden pada Kamis, 18 Juni 2009, atau ketika menjadi Juru Bicara Jokowi-JK pada Pilpres 2014.

“Selamat datang Bapak Anies. Semoga sehat selalu. Saya mengenal Bapak dan terkesan sama Bapak, kalau tidak salah 10 tahun lalu, 2014, pada saat Bapak menjadi moderator bakal calon presiden. Mudah-mudahan ini presiden kita 2024. Di-amin-kan saja,” katanya di Aula Utama YDSP, sebagaimana pantauan langsung KBA News di lokasi acara, Sabtu, 26 Agustus 2023.

Selanjutnya, Henry Husada selaku Koordinator Acara naik menuju podium untuk menyampaikan sepatah kata sambutan. Pendiri Kagum Group itu menyapa daftar tamu kehormatan yang turut hadir, seperti: Siti Muntamah (Istri Almarhum Oded M. Danial), Tedy Rusmawan (Ketua DPRD Kota Bandung), David Herman Jaya (Ketua Umum PSMTI), Perry Tristianto (Raja Factory Outlet Bandung), dan para tokoh komunitas Tionghoa lainnya.

“Terima kasih Pak Herman atas tempatnya yang diberikan kepada kami semua. Untuk itu pertama-tama juga saya ucapkan kepada Bapak Ibu Saudara-Saudara sekalian, saya mewakili dari Bapak Ibu semua untuk mengucapkan selamat datang kepada Pak Anies Baswedan. Dan khususnya juga kepada Ibu Umi (Siti Muntamah, Red). Selamat datang juga kepada Pak Tedi Ketua DPRD Kota Bandung,” ucap Henry dengan penuh semangat.

Dewan Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) itu lalu menyisipkan sebuah cerita ketika bertemu dengan Anies Baswedan. Kala itu ia memprediksi bahwa mantan rektor Universitas Paramadina Jakarta itu akan menjadi menteri dan calon presiden. Adapun yang membuat ia kagum adalah sikap Pendiri Indonesia Mengajar yang tidak berubah meskipun saat menjadi menteri.

“Dan dari saya bukan memuji, ya, memang ini kenyataannya. Betul-betul ini kenyataan. Saya saksi sejarah pada saat itu. Sebelum menjadi menteri hubungan kita baik. Sesudah jadi menteri, beliau juga baik. Tanpa ada rasa sombongnya, tanpa ada rasa angkuh, tanpa ada rasa ‘Kamu itu siapa, sih, saya sudah jadi menteri’. Ternyata beliau sangat baik sekali. Tepuk tangan dulu buat Pak Anies,” ungkapnya. 

WALIKOTA MAKASSAR HIJRAH DARI NASDEM KE PDIP

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto resmi bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setelah keluar dari Partai NasDem.

Gabungnya Danny ke PDIP diresmikan pada saat rapat kerja daerah (Rakerda) III PDIP Sulsel yang dihadiri oleh Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun.

"Selamat datang di PDIP. Hari ini beliau bergabung dengan PDI Perjuangan," kata Komarudin di Makassar, Senin (28/8).

Setelah dikukuhkan bergabung sebagai anggota dan kader PDIP, Komarudin lantas menyerahkan kartu anggota PDIP kepada Danny Pomanto sebagai tanda orang nomor satu di Makassar tersebut resmi berada di PDI Perjuangan.

"Kartu anggota ini saya serahkan (untuk) bergabung bersama kami dan mewujudkan cita-cita Indonesia raya. Inilah perjuangan sesungguhnya," ungkapnya.

Kemudian Danny Pomanto pun menerima kartu anggota yang diserahkan dari Ketua DPP PDIP bidang kehormatan.

"Saya terima kartu anggota PDI Perjuangan untuk terus berjuang, untuk kesejahteraan rakyat dan untuk Indonesia raya," kata Danny.

Danny sebelumnya adalah kader NasDem. Ia keluar dari NasDem sejak Juli. Danny juga dewan pembina di Relawan Pro Jokowi (Projo) Sulawesi Selatan.

Saat mengumumkan keluar NasDem dia mengaku mendapat banyak tawaran dari partai untuk bergabung. Tetapi Danny juga telah memberikan sinyal untuk bergabung dengan PDIP.

"Insya Allah, bisa lama bisa cepat (gabung PDIP). Tapi saya tidak ingin menjadi duri dalam daging dalam putusan politik. Tunggu saja," ucapnya awal Juli lalu. 

ROCKY GERUNG TERNYATA RASULULLAH, UTUSAN ALLAH YANG MEMBAWA BAHAS TAUHID

Baru-baru ini, Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul atau Abah Aos kembali viral di media sosial setelah sebuah video pendek berisi ceramah dirinya tersebar luas.

Dalam video potongan ceramah yang berdurasi 1 menit 23 detik tersebut, Abah Aos menyebut Rocky Gerung sebagai Rasulullah atau utusan Allah.

Tak ayal, ucapan yang dilontarkan oleh Abah Aos kepada jamaahnya sukses membuat geger kaum muslimin Tanah Air.

Video itu diunggah oleh akun X (atau Twitter) milik seorang tokoh NU, Islah Bahrawi, dan telah ditonton sebanyak 114 ribu kali tayangan.

"Sudah sering saya suarakan dimana-mana. "Ketika figur-figur pemuka agama lebih sibuk berpolitik, Atheisme akan menjadi agama baru." Rocky Gerung pun dianggap sebagai Rasulullah, karena sejalan dengan orientasi politiknya," tulis keterangan unggahan akun X @islah_bahrawi, dikutip Selasa 29 Agustus 2023.

Tayangan dalam unggahan tersebut memperlihatkan Abah Aos yang sedang mengisi sebuah kajian sambil duduk di atas kursi mengenakan syal merah dan kopeah merah putih.

Sementara di bawah lelaki paruh bayah berusia 79 tahun itu, ada jamaah yang hadir dan mendengarkan ceramahnya dengan saksama.

Abah Aos bercerita, saat dirinya melakukan sholat malam, ada sebuah bisikan gaib yang tiba-tiba datang dan menyebut Rocky Gerung adalah Rasulullah atau utusan Allah.,

"Setelah Abah tarik napas 2023 kali dan 1445 kali, ditambah tarik napas harian 825 kali, keluar (bisikan) Rocky Gerung itu adalah Rasulullah, utusan Allah. Profesor doktor Rocky Gerung yang sedang ramai itu, yang sedang meramaikan dunia maya adalah utusan Allah," ucap Abah Aos.

Tak hanya menyebut Rocky Gerung sebagai Rasululluah, Abah Aos juga memuji kepandaian lelaki yang disebutnya itu dengan mengatakan bahwa kepintaran yang dimilikinya disebabkan karena ilmu Allah.

Pengunggah video pun merasa tak habis pikir dengan ucapan yang dilontarkan oleh Abah Aos itu hingga menimbulkan menghebohkan di kalangan umat muslim.

Hanya karena berdasarkan bisikan gaib yang didengarnya, Rocky Gerung disebut sebagai Rasulullah oleh Abah Aos.

Padahal, umat muslim sendiri mengetahui bahwa tidak ada Rasul setelah Nabi Muhammad SAW. Ucapan Abah Aos dinilai ngawur dan mengada-ada oleh masyarakat.

CALEG PENGUSUNG ANIES MUHAIMIN PUTUS ALIRAN AIR WARGA KARENA BEDA PILIHAN DUKUNGAN

Akibat beda dukungan pada pemilihan calon anggota DPR RI, aliran air ke rumah salah seorang warga di putus oleh tim sukses. Kondisi mempriha...