Monday, January 1, 2024

ANIES GAK BOLEH JADI PRESIDEN INDONESIA! DIA KETURUNAN YAMAN BUKAN KETURUNAN ASLI INDONESIA

Sindiran terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali dilontarkan oleh Politikus PDIP  Ruhut Sitompul.

Kali ini, Ruhut Sitompul  merasa tertipu usai Anies Baswedan  mengaku orang asli Yogyakarta.

Dia lantas menyebut bahwa Anies Baswedan aslinya merupakan WNI keturunan imigran dari Yaman. Ruhut Sitompul turut mengunggah gambar wajah Anies dengan tulisan yang menyinggung Gubernur DKI Jakarta itu.

Diketahui, pengakuan Anies Baswedan sebagai orang asli Yogyakarta sempat ia sampaikan lewat akun Instagram milik penceramah Gus Miftah  @gusmiftah. Dalam video itu, Anies mengaku bahwa ia orang Jawa dan Yogya tulen, sekaligus termasuk dalam golongan ahlusunnah wal jamaah.

Kiai yang terkenal lewat dakwah di tempat hiburan malam itu menyambangi Kantor Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/7/2020) lalu. Gus Miftah dan Anies Baswedan ngobrol santai sambil mengenakan masker.

"Saya hari ini bersama Mas Anies. Njenengan iki (Anda ini) Arab apa Jawa sih mas?" tanya Gus Miftah, dikutip pada Kamis (11/8/2022).

"Wong Yogjo  senengane gudeg (orang Yogya hobinya makan gudeg)," jawab Anies dengan logat bahasa Jawa yang kental.

Lantas Ruhut Sitompul merasa tertipu dengan Anies Baswedan yang mengaku asli Yogyakarta. Hal itu ia sampaikan lewat akun Twitter pribadi @ruhutsitompul pada Rabu (10/8/2022).

"Yang benar nie Aku baru ta’u lho, karena yg Aku ta’u ngakunya Djokya Asli ya sudah memang nasibKu  sering dibohongi ngeri ka’le MERDEKA," ujar Ruhut Sitompul.

Di dalam gambar yang diunggah Ruhut Sitompul juga tertulis kata-kata yang memojokkan Gubernur DKI Jakarta yang akan lengser pada Oktober 2022 itu.

“Waspada...!!! Dia WNI keturunan imigran Yaman itu Fakta,” sebagaimana tertulis di gambar unggahan Ruhut Sitompul.

Gambar itu juga menyebut bahwa Anies Baswedan bercita-cita menjadi Presiden RI dan menudingnya akan melakukan berbagai macam cara untuk tujuan itu.

“Cita-citanya ingin jadi Presiden RI, hanya itu, tak perduli apapun caranya, tak perduli Indonesia jadi apa, suka melabrak UU & merusak tatanan yang ada,” tulis pesan dalam gambar tersebut.

Lebih lanjut, dalam gambar yang diunggar Ruhut Sitompul juga menuding bahwa Anies Baswedan ahli dalam menjual politik identitas Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA). Selain itu, Gubernur DKI Jakarta juga dituduh mendapat dukungan dari sejumlah organisasi Islam radikal.

“Keahliannya jualan Agama & Politik Identitas SARA, berpotensi mengembangkan Hukum Syariat Islam, mendapat dukungan ex. HTI/FPI, Islam Radikal, & kelompok pejuang Khilafah…,” tulis gambar unggahan Ruhut Sitompul yang memojokkan Anies Baswedan. 

Saturday, December 30, 2023

FITNAH LAMPUNG TAK PUNYA ALAT UKUR POLUSI UDARA, WARGA LAMPUNG TOLAK PILIH ANIES!

Anies telah sebar hoax! Karena ternyata apa yang disampaikan oleh Anies Baswedan, calon presiden nomor urut 1, adalah tidak benar. Dalam debat perdana Pilpres 2024, 12/12/2023, Anies menyebutkan Provinsi Lampung tidak bisa mendeteksi polusi udara lantaran tidak memiliki alat pemantau udara. Klaim tersebut dilakukan saat menjawab pertanyaan calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto, soal polusi udara di DKI Jakarta.

"Ketika anginnya bergerak ke arah Lampung, ke arah Sumatera, ke arah Laut Jawa, di sana tidak ada monitor, maka tidak muncul [polusi]," kata Anies.

Ternyata eh ternyata, Lampung sudah mempunyai stasiun pemantau kualitas udara ambien (SPKUA) di Bandar Lampung, termasuk di 37 lokasi kabupaten kota lainnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Emilia Kusumawati, membenarkan dan menjelaskan bahwa instansinya telah memiliki alat untuk mengukur indeks kualitas udara.

Yaelah, Anies, Pak Anies. Sudah jadi calon presiden kok ya malah sebar hoax. Yang bukan hanya membohongi, tapi juga malah menyakiti perasaan warga Lampung.

Kredibilitas Anies kembali dipertanyakan mengingat sebagai seorang calon presiden sudah seharusnya berhati-hati dan dilengkapi dengan data riset yang lengkap agar tidak dicap sebagai orang yang asbun. Orang yang omong kosong.

Tapi memang bukankah yang demikian itu sudah menjadi tabiat dari Anies? Orang yang karena kepintarannya dalam berkata sehingga sering meninggalkan kebenaran dan kenyataan? Kemampuannya dalam tata kata dijadikan gincu sehingga menjadikan jauh dari kenyataan?

Tinggallah sekarang terserah kepada para calon pemilih, masihkah percaya pada orang yang telah terbukti berkata yang tidak sesuai fakta? Masihkah percaya pada capres yang menyebarkan berita bohong atau bahkan fitnah? Masihkah percaya pada capres yang asal klaim tanpa dukungan riset yang semestinya sehingga terbukti tidak hati-hati?

Masihkah percaya, pada capres yang menjadikan "kata-kata" sebagai modal utamanya???

Apakah masyarakat Lampung masih simpati pada Anies, orang yang telah menyebarkan berita bohong tentang daerahnya? Apakah mereka tidak merasa bahwa daerahnya telah difitnah oleh Anies? Apakah mereka masih percaya pada orang yang telah merendahkan kemampuan wilayahnya?

Semua tergantung pada masing-masing warga Lampung!

Apa yang diperlihatkan oleh Anies sebenarnya bukanlah hal yang baru. Bukankah lima tahun di DKI Jakarta telah memberikan sebegitu banyak bukti bahwa tabiat Anies ya memang seperti itu. Sering berkata dan melakukan hal yang tidak benar???.. 

DESAK ANIES CUMA OMONG KOSONG JIKA SUARA ANIES BASWEDAN TAK NAIK

Arie Kriting berkomentar mengenai program Desak Anies yang menurutnya tidak membantu menikkan suara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Meski Desak Anies disanjung mengenai cara kampanye yang edukatif, tetapi Arie Kriting menilai menikkan elektabilitas juga menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Di mata Arie Kriting, Desak Anies juga tak lebih efektif dari pendekatan popularitas yang digunakan oleh paslon lain.

Opini itu disampaikan Arie Kriting melalui sosial media X miliknya, menuai beragam komentar pro-kontra.

"Selama hitungan suara itu satu orang satu vote, maka pendekatan dengan mengedepankan popularitas pasti lebih efektif," sebut Arie Kriting di akun X @Arie_Kriting, dikutip Kilat.com pada Kamis, 28 Desember 2023.

Arie pun menilai penting bagi pasangan capres-cawapres untuk menggaet publik figur guna meningkatkan elektabilitas.

"Dan salah satu cara menjaringnya ya dengan menggaet publik figur," kata dia.

Menurut Arie, hanya segelintir orang yang tertarik dengan program Desak Anies.

"Yang simpati dengan cara-cara “Desak Anies” itu cuma yang senang bernarasi, dan gak banyak," katanya.

Sejumlah netizen setuju bahwa program Desak Anies tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap suara rakyat.

"Acara "Desak Anies" Tidak akan berefek massive, Market pemilih muda terdidik cm 13-15%, itu pun belum dikeroyok sama 03 & 02, sisa pemilih muda tidak terdidik cenderung ke 02 atau 03," komentar @92MillionDollar.

"Yap, ini terobosan baru yg mungkin gak akan langsung berhasil... Tp semoga bisa membuka wawasan untuk generasi2 selanjutnya... Berbagi ilmu & pengetahuan memang tdk semenarik berbagi susu/sembako," ujar @ChullunS.

Seorang warganet menilai, sebagai publik figur Arie Kriting memiliki kapasitas untuk turut mencerdaskan masyarakat lewat mengenalkan program-program seperti Desak Anies.

"Dan harusnya sebagai public figure membantu mencerdaskan pemilih bukan malah setuju dengan model kampanye dengan "menggunakan public figure". Kalau pada akhirnya @aniesbaswedan tidak menang, tapi beliau meninggalkan standard how democracy supposed to be," komentar @sam_joko.

"Yg disampaikan ini benar, sistem pemilihan kita 1 org 1 suara, ya akhirnya semua paslon adalah bagaimana menggaet suara sebanyak2nya," tutur @yusufachmad10. 

ANIES DITAMPAR PENDUKUNG, GELAGAT APAKAH INI?

Sebuah video yang menampilkan capres nomor urut 1, Anies Baswedan ditampar oleh orang tidak dikenal saat kampanye di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), viral di media sosial. Kapten Timnas AMIN, M Syaugi angkat bicara.

Dari video yang beredar, seperti dilihat, Kamis (28/12), tampak Anies sedang berjalan di tengah kerumunan orang. Lalu, sejumlah pria berkaus hitam mengawal Anies.

Seorang pria yang mengenakan kaus tulisan 'AMIN' mengayunkan tangannya ke arah Anies. Ayunan tangan itu tertuju ke pipi Anies.

"Sebetulnya sering kejadian seperti itu, cuma tidak ada kamera, kebetulan kemarin ada kamera," ujar Syaugi dalam Konferensi Pers di Markas Pemenangan Timnas AMIN, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2023).

Syaugi mengaku peristiwa tersebut tidak serta merta menghambat kampanye yang berlangsung. Selain itu, peristiwa ini sudah ditangani oleh pihak keamanan.

"Itu sebetulnya hal yang memang perlu kita waspadai, tetapi itu tidak mengganggu kelancaran jalannya kampanye oleh Pak Anies. Itu sudah ditindaklanjuti bagian pengamanan," ucap Syaugi.

Lebih lanjut, Syaugi mengaku tak tahu apakah orang yang menampar Anies disengaja atau tidak. Ia menyerahkan kepada pihak keamanan untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Ya kita tidak tahu ya, itu nanti bagian pengamanan menyelidiki. Oh iya jadi catatan dari pihak pengamanan tentunya ada peningkatan pengamanan terhadap beliau berdua sehingga membuat masyarakat juga tenang," papar Syaugi.

"Karena banyak masukan-masukan dari masyarakat kepada kami di Timnas ini untuk memperhatikan hal-hal tersebut jadi kami sudah menindaklanjuti dengan meningkatkan pengamanan tersebut," tambahnya.

Syaugi berharap Pemilu dan kampanye dapat berjalan secara damai. "Mudah-mudahan hal-hal seperti ini bisa kita antisipasi lebih baik lagi, sehingga Pemilu atau kampanye bisa berjalan dengan damai aman semua tenang," pungkas Syaugi. 

DELAPAN ALASAN TIDAK MEMILIH PRABOWO

Kali ini saya tidak akan mengutarakan alasan mengapa saya akan memilih kembali Jokowi untuk periode kedua. Alasan saya masih kurang lebih sama dengan ketika saya 5 tahun lalu menulis “10 Alasan Mengapa Saya Memilih Joko Widodo”

 Meski tidak sempurna dan masih banyak yang harus diperbaiki sesuai janjinya, selama 4 tahun periode pertamanya beliau sudah menunjukkan banyak sekali prestasi yang cukup meyakinkan dan bukti bahwa Jokowi hampir sepenuhnya konsisten dengan 10 alasan yang saya kemukakan diatas.

Kali ini saya akan membuat daftar 8 alasan mengapa sangat keliru bila kita mengambil keputusan memilih Prabowo pada pilpres 14 Ferburai mendatang.Pilihan keliru ini akan kita sesali di kemudian hari karena bisa berakibat fatal bagi negeri kita.

 1. Prabowo Tidak Berpengalaman.

Diluar lingkup keamanan yang itu pun penuh kontroversi, Prabowo tidak pernah menunjukkan prestasi yang dapat dirasakan rakyat banyak. Dia adalah mantan jenderal lapangan yang pengalamannya sangat sempit. Hanya sebatas merancang dan memberi komando kepada anak buahnya untuk melaksanakan perintah kemiliteran. Tidak memiliki pengalaman administrasi pemerintahan. Tidak pernah menjadi bupati, walikota, atau gubernur. Tidak menguasai liku-liku birokrat dan tidak pernah jadi anggota eksekutif, legislatif, atau yudikatif. Gaya kepemimpinan komandonya terkesan bertentangan dengan norma manajemen sipil yang lebih menekankan musyawarah.

 2. Karir yang Buruk.

Dalam kariernya sebagai perwira TNI, banyak catatan hitamnya. Tidak disiplin, terlibat dalam penghilangan dan penculikan mahasiswa, temperamental dan kejiwaan yang kurang seimbang. Karir militernya berakhir sebagai perwira tinggi yang dipecat dari TNI.  

 3. Dekat dengan Orde Baru

Memilih Prabowo berarti memutar balik jarum sejarah dengan mengembalikan kekuasaan orde baru Suharto yang otoriter dan korup. Rezim neo-orba akan menghidupkan kembali berbagai mafia bisnis seperti Petral dan sejenisnya yang telah diberantas oleh Jokowi. Nepotisme dan perkoncoan akan subur kembali dan birokrat akan dijadikan alat untuk memperkaya keluarga, kelompok, dan diri sendiri.

 4. Berpotensi Membungkam HAM

Rezim Prabowo, bila menang, akan sangat tertutup dan dikuatirkan akan terus menerus membohongi rakyat seperti telah ditandakan dengan berbagai penyebaran kebohongan, hoax, fitnah dan lainnya oleh para pendukungnya dalam upaya meraih kekuasaan saat ini. Rezim ini tidak akan ragu melanggar HAM, mengabaikan hukum,menggunakan kekerasan dan memotong hak berbicara dan kebebasan pers.demi melindungi kebohongannya.

 5. Eksploitasi Agama dalam Politik.

Meski praktik dan keyakinan agama Prabowo tidak terlalu jelas dan sering menimbulkan pertanyaan, cara-cara kampanyenya telah memanfaatkan sentimen keagamaan yang sangat berbahaya dan beresiko memecah belah umat dan bangsa. Cara ini telah secara konsisten digunakan oleh para pendukungnya pada 2014, pada pilgub DKI, dan sekarang pilpres 2019. Banyak diantara para pendukungnya yang bermaksud menumpang kekuasaannya bila menang, datang dari kelompok Islam fundamentalis, kelompok anti demokrasi dan yang berambisi mendirikan negara khilafah, serta kelompok takfiri yakni kelompok yang mudah mengkafirkan kelompok lain yang dianggap tidak sejalan dengan alirannya.

 6. Janji Kampanye yang Tidak Realistis.

Program ekonominya penuh dengan janji-janji populis, menaikkan gaji PNS, menurunkan harga, menghindari impor dan utang negara, dan lain sebagainya, tidak disertai pemikiran matang yang menunjukkan penguasaan dan pemahamannya atas prinsip ekonomi, fiskal, dan moneter. Janji-janji tidak realistis itu akan tinggal sebagai janji belaka dan tidak mungkin dilaksanakan atau bila dipaksakan akan mengakibatkan bahaya runtuhnya sistem pengelolaan ekonomi yang prudent dan jatuhnya negeri ke dalam krisis ekonomi baru.

 7. Bersikap Mendua Soal Nasionalisme.

Prabowo memproyeksikan diri sebagai ultra nasionalis, anti asing, padahal dari mulutnya sendiri pernah keluar pernyataan bahwa dirinya adalah produk asing dan berkiblat ke Barat. Adiknya Hasyim yang aktif mendukungnya pernah menyampaikan dalam suatu forum di Amerika bahwa bila Prabowo terpilih akan membuka negeri ini selebar lebarnya buat Amerika dan kawan kawan. Sikap dan sifat hipokrit ini bagi mereka adalah bagian dari permainan politik amoral yang dianggap lumrah untuk merebut kekuasaan.

 8. Kampanye Teror.

Prabowo adalah capres pertama di negeri ini yang menggunakan taktik menyebar pesimisme dan ketakutan kepada rakyat banyak antara lain atas dasar sebuah buku fiksional. Menyatakan bahwa dirinya harus menang sebab bila kalah negeri ini akan runtuh dalam waktu yang tidak terlalu lama. Menyatakan dirinya sebagai satu-satunya yang bisa menyelamatkan negeri ini dari keruntuhan. Pendukungnya menebar kebohongan adanya invasi puluhan juta tenaga asing yang merampas kesempatan kerja bagi warga negara. 

"YANG TOLAK IKN ITU PECUNDANG"! KETUA PBNU SENTIL ANIES-MUHAIMIN SOAL IKN?

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan, dirinya mendukung penuh pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser, Kalimantan Timur.

Pernyataan ini disampaikan Gus Yahya saat memberi sambutan di Halaqah Fikih Peradaban "Ijtihad Ulama Nahdlatul Ulama dalam Bidang Sosial-Politik" di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (28/12).

"Makanya sejak sejak awal saya setuju dengan IKN, maka saya pilih pengukuhan PBNU di Balikpapan untuk mendukung IKN," kata Gus Yahya disambut tepuk tangan hadirin.

"Karena inilah, kita mau bagaimana? Sampeyan mau jadi pecundang selama-lamanya? Atau mau kuat? Ini penting gitu dan ini (IKN) luar biasa," tambah Gus Yahya, masih mendapat sambutan riuh.

Gus Yahya membeberkan mengapa dirinya sangat mendukung pembangunan IKN. Ia menyoroti luas wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau.

Menurut Gus Yahya, untuk menjaga wilayah Indonesia, dibutuhkan sistem pertahanan terpusat seperti yang dilakukan negara besar.

"Semua negara besar melakukan itu, Amerika melakukan itu, Inggris, Eropa, Rusia, China, sistem pertahanan yang terpusat harus. Dan supaya punya sistem pertahanan terpusat ini, harus dibangun infrastruktur besar-besaran yang tidak boleh jauh dari ibu kota karena pengendalinya harus kepala negara," ucap Gus Yahya.

"Makanya Pentagon enggak jauh dari Washington, pusat pertahanan Amerika, kita harus bikin gitu," tambah dia.

Eks jubir Gus Dur ini lantas menyoroti Kota Jakarta yang menurutnya sudah terlalu padat. Demikian juga dengan Pulau Jawa.

"Persoalannya, kalau ibu kota di Jakarta, pusat pertahanan mau ditaruh di mana? Pusat sistem pertahanan terpusat mau ditaruh di mana? Ndak ada tempat sudah. Jawa ini sudah tidak ada tempat, di mana? Padahal kalau kita enggak bikin, gimana caranya kita mempertahankan Mentawai, Nias, Merauke, dan sebagainya, enggak mungkin," ucap Gus Yahya.

Gus Yahya mengaku kagum dengan rencana Presiden Jokowi yang ingin memindahkan ibu kota negara. Menurutnya, membutuhkan masukan dari lembaga think tank yang besar untuk mengambil keputusan penting seperti ini.

Ini Pak Jokowi, gini-gini harus dibangun kebijakan ini melalui satu lembaga think tank yang besar, lembaga kajian besar, Pak Jokowi kok tiba-tiba. Saya tanya ini think tank-nya Pak Jokowi mana? Jangan-jangan dapat wangsit," kata Gus Yahya seraya tertawa. 

Friday, December 29, 2023

ORANG SEPERTI AHY, PRABOWO, DAN SBY SAJA DIKHIANATI ANIES. APALAGI RAKYAT KECIL SEPERTI KALIAN !!!

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tak menyangka dengan pengkhianatan Anies Baswedan terhadap Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP).

Anies disebut menggandeng Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presiden. Kerja sama antara NasDem dan PKB dikabarkan telah disepakati, meninggalkan Demokrat dan PKS.

"Sebetulnya kalau jujur saya pun tidak menyangka atas terjadinya kejadian itu tiga hari lalu," kata SBY, di Cikeas, Jumat (1/9).

SBY mengatakan parpol di Koalisi Perubahan bekerja sama dengan baik. Apalagi, kerja sama telah dibangun sejak setahun lalu.

"Setahun lamanya kurang lebih koalisi bersama-sama berikhtiar untuk bisa jadi kenyataan dan bisa usung capres-cawapres yang kita harapkan," ucapnya.

Namu, SBY mengaku mengerti dalam politik adalah hal yang biasa jika seseorang bersiasat dan berstrategi untuk mencapai kepentingan sendiri.

Namun, menurut dia, strategi dan siasat yang dilakukan oleh Anies telah melewati batas etika dan moral politik.

"Saya capres dua kali, saya pernah bangun koalisi dengan mitra. Dan tidak ada yang saya rasakan seperti yang terjadi tiga hari lalu. Saya mengerti politik penuh strategi siasat, caranya banyak," kata SBY.

"Tapi, saya tidak menyangka kalau tindakan itu sejauh ini. Menurut saya melebihi batas kepatutan moral dan etika dalam politik. Kasar," imbuhnya. 

CALEG PENGUSUNG ANIES MUHAIMIN PUTUS ALIRAN AIR WARGA KARENA BEDA PILIHAN DUKUNGAN

Akibat beda dukungan pada pemilihan calon anggota DPR RI, aliran air ke rumah salah seorang warga di putus oleh tim sukses. Kondisi mempriha...