Monday, January 1, 2024

NETIZEN RAGUKAN PENGAKUAN ANIES TAK PUNYA BUZZER

Pengakuan Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan yang tidak pernah menggunakan jasa pendengung atau buzzer selama menjadi gubernur DKI Jakarta dan kontestasi politik, mulai diragukan. Sejumlah akun bot pendukung Anies di twitter terlibat dalam perang udara.

Pengamat politik Dedi Kurnia Syah mengatakan secara teknis Buzzer memungkinkan dimiliki oleh semua kelompok. Meskipun dalam kerja propaganda bisa berbeda fungsi. Satu sisi untuk melakukan propaganda murni, dan pada sisi lain untuk kontrapropaganda lawan.

“Bisa saja Anies menggunakan buzzer untuk menghadapi serangan lawan dan memungkinkan Anies tidak terlibat langsung. Hal ini bisa dilihat bagaimana ketika Anies menjadi pemenang,” kata Dedi, Minggu (3/12/2023).

Buzzer dalam kerja politik era digital ini wajar, tetapi akan merusak iklim demokrasi jika Buzzer lebih dominan hanya untuk memanipulasi reputasi kandidat.

“Buzzer diperlukan agar informasi terpilah, mana kandidat yang memang memiliki kapasitas, dan mana yang tidak,” ungkap Dedy.

Pengakuan Anies juga mulai diragukan warga Net. Salah satu akun yang meragukan Anies tidak punya buzzer adalah @nazreashe. Akun ini melakukan posting komentar: Anis tuh kayaknya beneran punya stok buzzer gede banget deh, tiap kali lihat komennya di sosmed, kayak konser buzzer.  Akun @nazreashe menyertakan taggar #MulutManisAnies.

Warganet dengan akun @oracion6 menilai pengakuan Anies tak punya buzzer hanya akal-akalan saja.

"Bukan buzzer tapi staf khusus media sosial. Lu kayak ga tau omongannya gimana," tulis dia. 

BAHAR SMITH MULAI ENDORS ANIES! RAKYAT SEMAKIN OGAH DUKUNG AMIEN

Mantan pentolan organisasi FP I, Habib Bahar bin Smith, mengaku mengampanyekan pasangan Capres-Cawapres Anies Bawedan-Muhaimin Iskandar.

Habib Bahar pun mengaku berkeliling Inodnesia untuk mengampanyekan pasangan tersebut, karena sudah menjadi pasangan Pilpres yang didukung oleh Ijtima Ulama.

"Daya keliling Indonesia untuk menyampaikan kepada seluruh masyarakat, umat Islam untuk memilih capres hasil ijtima ulama," ungkap dia lewat video yang beredar.

Diketahui, video tersebut direkam saat Habib Bahar ceramah di Magetan, di depan sejumlah jemaah.

Habib Bahar mengaku akan berjuang, berkeliling Indonesia untuk memenangkan pasangan Amin. Namun, dia juga mengingatkan agar Amin jika nanti terpilih untuk tidak mengkhianayi umat Islam.

"Kami semua akan berusaha bersusah paya, niat keliling, kami akan keliling untuk memenangkan pasangan capres hasil ijtima ulama, tapi ingat. Saya ingatkan Anies Baswedan dan Muhaimin, saya Bahar Smith dan bersama para kiyai, kami berusaha sekuat tenaga untuk menangkan kalian, tapi kalau nanti menang kalian khianati rakyat, khianati umat, saya Bahar Smith orang pertama yang akan melawan kalian, ucap Bahar sambil meneriakkan takbir dan disambut para jemaahnya.

Video tersebut kemudian ramai ditanggapi para warganet di media sosial.

"Habib Bahar Bin Smith akan keliling Indonesia tanpa dibayar untuk menangkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Ini baru Ulama yg lurus,ceramah sebarkan ilmu, bukan sebarkan uang kek Miftah yg Capresnya keok mulu jadi sekarang kemana-mana cuma bisa sebar duit," tulis akun CaHRuweT. 

BLAK-BLAKAN! YENNY WAHID: CAK IMIN SUDAH KETULARAN ANIES BERETORIKA, INGIN KUBUR FAKTA SOAL KUDETA PKB

Putri dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid berbicara blak-blakan soal Cak Imin, PKB jelang Pilpres 2024. ADVERTISEMENT Berawal dari cuitan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Twitter atau kini dikenal sebagai X, ketua PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) itu menyindir Yenny Wahid.

"Yeni itu bukan PKB, bikin partai sendiri aja gagal lolos, beberapa kali pemilu nyerang PKB gak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya jadi ngapain ikut-ikut PKB, hidupin aja partemu yang gagal itu.. PKB sudah aman nyaman kok .." isi cuitan dari Cak Imin, pada 23 Juni 2022.

Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, Putri Presiden ke-4 RI Abdurachman Wahid (Gus Dur) (tim tvone - Syifa Aulia) Cuitan itu pun dibahas di dalam wawancara Total Politik bersama Yenny Wahid.

Zannuba Ariffah Chafroh alias Yenny Wahid membongkar kisah konflik yang terjadi antara mendiang ayahnya, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Konflik PKB puncaknya terjadi pada tahun 2008 silam, ketika itu penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa PKB di Ancol, Jakarta.

"Jadi gini ketika dulu Gus Dur disingkirkan oleh Cak Imin lewat Muktamar Ancol, nah setelah itu Pemilu berikutnya suara PKB turun drastis, waktu itu turun 70 persen, ada datanya kok" ujarnya dilansir Youtube Total Politik, yang diunggah pada 6 Juli 2022.

"Kemudian di situ kan kita mengalihkan suara ke Gerindra waktu itu di tahun 2009 dengan endorsement Gus Dur, nah di situ sudah terlihat bahwa PKB ada dampaknya ketika Gus Dur disingkirkan," lanjutnya.

Ketua Umum Partai PKB, Gus Muhaimin atau yang di sapa Cak Imin, naik ke atas panggung untuk menyambut para pendukungnya, di Tennis Indoor Stadium, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (30/10/2022), (Julio Trisaputra/tvOnenews) Karena Gus Dur ada dampak signifikan terhadap PKB, Yenny Wahid mengaku keberatan ada memutarbalikkan fakta sekarang ini.

"Sudah disingkirkan, fotonya masih dipakai jualan politik, ya ini nggak etis dong, nggak bermoral dong, ini yang kami protes," jelasnya.

"Sampai sekarang Cak Imin ketemu sama Pak Prabowo di situ fotonya Gus Dur gede banget di belakangnya. Dia mencoba mengaburkan fakta bahwa seolah nggak pernah kejadian itu bahwa tidak pernah Gus Dur disingkirkan dari PKB, tidak pernah Gus Dur diganti" sambung terangnya.

Yenny secara tegas ingin meluruskan soal sejarah bahwa Gus Dur disingkirkan dari PKB.

"Tetapi bahwa faktanya Gus Dur dikhianati oleh Cak Imin, ini kan sejarah kita yang anak-anak muda terutama yang mau aktif di politik harus tahu, supaya apa politiknya bermoral, efeknya kan ke sana," ujarnya.

"Kalau mereka kemudian berpikir ya sudah sikut-sikutan aja, gampang aja cara-cara yang tidak beretika, tidak bermoral kita jalankan nggak apa-apa yang penting kita dudukin partai," sambungnya.

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (via NU Online) Menurut Yenny, kalau mereka semua berpikir seperti demikian, akan menjadi apa negara kita.

"Kalau Gus Dur aja digituin apalagi rakyat, kira-kira gampangnya seperti itu," pungkasnya. 

ANALISIS EKONOMI KRITIK ANIES: PROGRAM 40 KOTA SETARA JAKARTA TIDAK MASUK AKAL

Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan program membangun 40 kota setara Jakarta tidak masuk akal. Pasalnya, mustahil bisa direalisasikan dalam jangka waktu dua periode masa jabatan presiden.

"Jadi begini, kota-kota di Indonesia ini kan terbagi dalam beberapa kategori, ada tier 1 atau metropolitan seperti Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Tier 2, seperti Semarang, Makassar, dan Solo. Kota Tier 3 biasanya di bawahnya lagi seperti Magelang," papar Nailul HudaHuda saat dihubungi, Sabtu (23/12).

"Nah kalau 40 kota tier 1, tentu sangat berat terlebih kota tier 2 juga terbatas. Kota-kota tier 3 kalau dijadikan ke tier 1, panjang perjalanannya, tidak cukup dua periode presiden," terangnya.

"Makanya program tersebut tidak masuk akal 40 kota. Kalau 5 atau 7 kota tier 2 jadi kota tier 1, masih bisa. Alangkah lebih bijak kalo programnya adalah 40 kota naik kelas," pungkas Nailul Huda.

Sebelumnya, calon wakil presiden (cawapres) Nomor urut 1, Muhaimin Iskandar mengungkapkan rencan membangun 40 kota-kota baru yang setingkat dengan Jakarta, sebagai langkah pemerataan penduduk.

“Kami memiliki satu tekad bahwa dalam pemerintah yang akan datang minimal harus dibangun 40 kota baru selevel Jakarta,” ucap Cak Imin sapaan akrabnya dalam Debat Cawapres di Jakarta, Jumat malam, 22 Desember 2023. 

PARAH! ANIES TERTAWAKAN SGIE, SEBUT GIBRAN BELIMBING SAYUR!

Capres 01 Anies Rasyid Baswedan mendengar candaan soal belimbing sayur saat sedang menyapa nelayan di Pantai Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (28/12).

 “Ini pantai apa ibu-ibu?” tanya Anies kepada ibu-ibu.

“Pantai Blimbingsari,” jawab hadirin yang datang kompak.

Namun ada satu pengunjung yang tiba-tiba mengatakan “bukan blimbing sayur”. Celetukan itu muncul dari ibu-ibu yang berada di kerumunan.

Anies yang mendengarnya langsung tersenyum.

“(Blimbingsari) namanya di sini udah ada sejarahnya, kalau Blimbingsari udah lama,” kata Anies.

“Kalau belimbing sayur, belimbing sayur,” teriakan seseorang dari arah kerumunan lagi. Anies terlihat menyimak celotehan tersebut. Anies masih tersenyum.

Capres nomor urut 01 Anies Baswedan menghadiri event Desak Anies di Pantai Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (28/12/2023). Foto: Dok. Istimewa

Tak lama, dari arah kerumunan ada lagi yang menyambut celotehan tersebut. “Belimbing sayur baru dua bulan.”

Mendengar hal tersebut, senyuman Anies berubah jadi tawa.

“Baru dua bulan,” kata Anies sambil tertawa.

Selama masa kampanye, belimbing sayur kerap kali disinggung untuk merujuk Cawapres 02, Gibran Rakabuming Raka. Istilah ini ramai dipakai oleh warganet saat sedang membicarakan Gibran.

 

PROGRAM RUMAH DP 0 GAGAL! ANIES KOK BERANI BAWA PROGRAM GAGAL KE LEVEL NASIONAL?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki janj menyediakan hunian yang terjangkau bagi masyarakat Jakarta, yakni rumah DP 0 persen. Anies menargetkan untuk membangun 232.214 unit. Namun, di akhir masa jabatannya, ia hanya berhasil membangun 2.322 unit hunian DP Rp 0 persen.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan bahwa program kerja ini gagal. Menurutnya, program ini tidak akan mungkin terwujud. Pasalnya, sebelum pandemi, Anies hanya mampu membangun 780 unit.

"Tidak mungkin terwujud. Ya dari sejak sebelum pandemi pun sudah terlihat program ini akan gagal total. Sebelum pandemi saja yang dibangun hanya 780 unit saja dan itu bentuknya bukan rumah tapak seperti yang dijanjikan, tapi rusun," kata Yuke kepada merdeka.com, Senin 26 September 2022.

Bahkan menurut legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut mengungkapkan, jumlah tersebut masih jauh dari target tahunan, yaitu 50.000 unit.

"Jauh dari target tahunan sebesar 50.000 unit," tambah Yurike.

Sementara terpisah, Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan, tidak tercapainya target rumah DP 0 persen disebabkan karena situasi pandemi yang membuat anggaran hunian ini dipotong.

"Bisa jadi karena persoalan anggaran karena anggaran kan banyak dipotong karena pandemi juga," kata Ujang.

Alasan kedua yang membuat tidak terealisasinya 232.214 unit karena masa jabatannya akan habis.

"Yang kedua soal jabatannya juga, Anies mau habis, gitu. Yang ketiga juga bisa jadi ada persoalan di dalamnya, tentunya, yang kita tidak tahu," kata Ujang.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta Sarjoko juga mengatakan, pembangunan hunian DP Rp 0 persen terdampak adanya pandemi Covid-19.

"Ya teman-teman tahu sendiri, kebetulan kita ada musibah Covid-19, semua ekonomi terpuruk, sektor properti jatuh. Tidak hanya hunian DP Rp 0, semua properti collapse," kata Sarjoko saat ditemui di Jakarta Timur, Kamis 8 September 2022 lalu.

Lebih lanjut, Ujang mengatakan ada kekhawatiran penjabat (Pj) gubernur pengganti Anies tidak ingin melanjutkan program ini.

"Pj gubernur yang baru belum tentu mau eksekusi kebijakan Anies. Kalau enggak ya bisa mangkrak, bisa terbengkalai. Apalagi sampai 200 ribu unit. Sebenernya ya, mustinya ya, program-program Anies, siapapun Ph yang baru itu harus dilanjutkan, apapun programnya. Yang penting programnya itu pro rakyat, untuk rakyat, itu penting. Tapi kalau programnya tidak pro rakyat, baru silahkan Pj gubernur batalkan itu," kata Ujang.

Padahal, Anies berharap penerusnya membangun hunian rumah DP Rp 0 sebanyak 9.081 unit. Hal tersebut tercatat pada Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023-2026 yang diteken Anies pada 10 Juni 2022.

"Oleh karena itu ya, sebenarnya yang harus ditagih janji dari masyarakat ya tadi, kenapa tidak sesuai janji 200 ribu unit. Ya saya sih kemungkinan ya tiga hal ya. Masalah keuangan, yang kedua soal jabatan Anies mau habis, mungkin juga soal ketiga mungkin ada masalah, bisa jadi. Di situ yang mungkin yang rumit, ada hal-hal lain yang kita tidak tau terkait dengan DP 0 persen itu," jelas Ujang.

Meskipun demikian, Ujang mengatakan bahwa rakyat berhap bertanya mengapa program tersebut belum mencapai target.

"Itu rakyat berhak untuk menanyakan itu. Karena semakin banyak bisa DP 0 persen kena, rakyat diuntungkan, kan gitu. Kalau di situ tidak ada masalah dan tidak ada persoalan," jelas Ujang. 

ANIES GAK BOLEH JADI PRESIDEN INDONESIA! DIA KETURUNAN YAMAN BUKAN KETURUNAN ASLI INDONESIA

Sindiran terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali dilontarkan oleh Politikus PDIP  Ruhut Sitompul.

Kali ini, Ruhut Sitompul  merasa tertipu usai Anies Baswedan  mengaku orang asli Yogyakarta.

Dia lantas menyebut bahwa Anies Baswedan aslinya merupakan WNI keturunan imigran dari Yaman. Ruhut Sitompul turut mengunggah gambar wajah Anies dengan tulisan yang menyinggung Gubernur DKI Jakarta itu.

Diketahui, pengakuan Anies Baswedan sebagai orang asli Yogyakarta sempat ia sampaikan lewat akun Instagram milik penceramah Gus Miftah  @gusmiftah. Dalam video itu, Anies mengaku bahwa ia orang Jawa dan Yogya tulen, sekaligus termasuk dalam golongan ahlusunnah wal jamaah.

Kiai yang terkenal lewat dakwah di tempat hiburan malam itu menyambangi Kantor Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/7/2020) lalu. Gus Miftah dan Anies Baswedan ngobrol santai sambil mengenakan masker.

"Saya hari ini bersama Mas Anies. Njenengan iki (Anda ini) Arab apa Jawa sih mas?" tanya Gus Miftah, dikutip pada Kamis (11/8/2022).

"Wong Yogjo  senengane gudeg (orang Yogya hobinya makan gudeg)," jawab Anies dengan logat bahasa Jawa yang kental.

Lantas Ruhut Sitompul merasa tertipu dengan Anies Baswedan yang mengaku asli Yogyakarta. Hal itu ia sampaikan lewat akun Twitter pribadi @ruhutsitompul pada Rabu (10/8/2022).

"Yang benar nie Aku baru ta’u lho, karena yg Aku ta’u ngakunya Djokya Asli ya sudah memang nasibKu  sering dibohongi ngeri ka’le MERDEKA," ujar Ruhut Sitompul.

Di dalam gambar yang diunggah Ruhut Sitompul juga tertulis kata-kata yang memojokkan Gubernur DKI Jakarta yang akan lengser pada Oktober 2022 itu.

“Waspada...!!! Dia WNI keturunan imigran Yaman itu Fakta,” sebagaimana tertulis di gambar unggahan Ruhut Sitompul.

Gambar itu juga menyebut bahwa Anies Baswedan bercita-cita menjadi Presiden RI dan menudingnya akan melakukan berbagai macam cara untuk tujuan itu.

“Cita-citanya ingin jadi Presiden RI, hanya itu, tak perduli apapun caranya, tak perduli Indonesia jadi apa, suka melabrak UU & merusak tatanan yang ada,” tulis pesan dalam gambar tersebut.

Lebih lanjut, dalam gambar yang diunggar Ruhut Sitompul juga menuding bahwa Anies Baswedan ahli dalam menjual politik identitas Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA). Selain itu, Gubernur DKI Jakarta juga dituduh mendapat dukungan dari sejumlah organisasi Islam radikal.

“Keahliannya jualan Agama & Politik Identitas SARA, berpotensi mengembangkan Hukum Syariat Islam, mendapat dukungan ex. HTI/FPI, Islam Radikal, & kelompok pejuang Khilafah…,” tulis gambar unggahan Ruhut Sitompul yang memojokkan Anies Baswedan. 

CALEG PENGUSUNG ANIES MUHAIMIN PUTUS ALIRAN AIR WARGA KARENA BEDA PILIHAN DUKUNGAN

Akibat beda dukungan pada pemilihan calon anggota DPR RI, aliran air ke rumah salah seorang warga di putus oleh tim sukses. Kondisi mempriha...