Sunday, February 11, 2024

MEDIA ASING SOROTI ANIES SEBAGAI CAPRES YANG RANGKUL KELOMPOK RAD1KAL

Calon presiden (capres) Anies Baswedan kembali disorot media asing di pemilu presiden (pilpres) RI. Media Nikkei Asia misalnya memberi judul "Radical Indonesian cleric gives backing to presidential hopeful Anies".

Ini merujuk ke dukungan beberapa ulama yang dianggap Barat memiliki pandangan keras ke capres nomor urut 1 itu. Di antaranya Abu Bakar Ba'asyir dan Abdul Somad.

"Calon presiden Indonesia Anies Baswedan telah menerima dukungan dari seorang ulama yang pernah menjadi pemimpin spiritual kelompok ekstremis di balik pemboman Bali tahun 2002, serangan teroris paling mematikan di negara ini," tulis media tersebut dalam awalannya.

"Dalam rekaman audio yang menjadi viral di media sosial bulan ini, Abu Bakar Bashir (Ba'asyir), 85, menggambarkan mantan gubernur Jakarta sebagai kandidat yang akan 'mencoba memerintah negara ini ... dengan hukum Islam semaksimal mungkin'," sebut laman itu.

"Ia juga mendapat dukungan Abdul Somad yang ditolak masuk ke Singapura pada tahun 2022 karena apa yang disebut oleh negara kota tersebut sebagai ajarannya yang 'ekstremis dan segregasi'," bunyi laman tersebut lagi.

Media tersebut juga memasukkan pendapat pengamat bagaimana strategi yang sama memenangkan Anies di pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2017. Kala itu, Anies menang melawan petahana Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

"Dukungan dari ulama garis keras... berfungsi sebagai pengingat bagi komunitas non-Muslim di Indonesia dan Muslim moderat mengenai apa yang dilakukan Anies terhadap Ahok pada tahun 2017," muat Nikkei Asia mengutip peneliti senior di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) yang berbasis di Singapura, Alexander Arifianto.

"Anies memenangkan pemilihan gubernur Jakarta tahun 2017 dengan merayu pemilih konservatif dan tampil di rapat umum dengan para pemimpin Islam garis keras yang berkampanye untuk menggulingkan saingannya, Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama, yang saat itu merupakan orang Kristen keturunan Tionghoa pertama yang memegang jabatan puncak di kota tersebut," tambah artikel itu.

"Anies juga menghadiri aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Gerakan 212, yang diambil dari tanggal 2 Desember 2016 ketika kelompok Islam pertama kali berdemonstrasi melawan Ahok. Dia (Ahok) kemudian dipenjara atas tuduhan penistaan agama terkait dengan komentar yang dia buat saat kampanye," jelas Nikkei lagi.

Sebenarnya suara kelompok Islam konservatif berkontribusi hingga 15-20% dari keseluruhan pemilih dari pemilu RI. Meski kecil, suaranya disebut signifikan.

Dijelaskan pula sebenarnya, Islam moderat sendiri lebih besar. Kemungkinan ini, masih dimuat Nikke Asia, coba didapat dengan menggandeng Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon wakil presiden (cawapres) Anies.

"Jumlah Muslim konservatif saja tidak cukup untuk memberikan kemenangan kepada Anies, sehingga ia juga telah mendapatkan suara dari Nahdlatul Ulama (NU) yang moderat, organisasi Muslim terbesar di Indonesia, dengan sekitar 90 juta pengikut,' tulisnya lagi.

Sebenarnya ini bukan pertama kali dukungan serupa dimuat media asing ke Anies. Sejak Juni 2023, di awal pengumuman maju sebagai capres, hal ini juga dipantau asing.

Dalam artikel berjudul "In Jakarta, Political Kingmaking Starts Now" misalnya, Foreign Policy menyorotinya. Anies menurut kajian itu, sering dikaitkan dengan hubungan ke gerakan Islam garis keras di Indonesia.

"Selama kampanye pemilihan gubernur tahun 2017, Anies meninggalkan reputasinya yang moderat -sebagai seorang sarjana Fulbright yang nyaman dalam pengaturan kosmopolitan- untuk bersekutu dengan Islam garis keras yang menuduh gubernur petahana ... melakukan penistaan agama," papar media terseut.

"Jika Anies memenangkan kursi kepresidenan, hal itu dapat semakin memperkuat kekuatan sosial konservatif yang telah berkontribusi pada pengesahan undang-undang baru-baru ini seperti larangan gagasan tentang seks di luar nikah," muatnya lagi.

Pilpres RI akan digelar 14 Februari. Selain Anies, dua tokoh lain juga maju dalam pemilihan yakni Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. 

Saturday, February 10, 2024

SINDIR ANIES? AHOK: JANGAN MAU PILIH YANG SUKA NIPU, INGAT RUMAH DP NOL PERSEN?

Politikus PDI Perjuangan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengingatkan warga agar tidak pemimpin yang suka menipu.

Imbauan tersebut disampaikan Ahok saat bertemu warga  Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Jangan mau pilih yang suka nipu-nipu. Masih ingat di Jakarta dulu kan? DP nol persen rumah, KJP boleh ditarik tunai. Orang percaya semua kan?" kata Ahok disambut tepuk tangan warga.

Ahok lalu menjelaskan, program itu sembari tertawa. Ia bilang, bila dengan DP rumah nol persen, semua orang akan mengambil itu, namun cicilan bisa mencapai 100 juta tiap bulan. Hal itu tentu akan memberatkan.

"Jadi maksud saya, tolong jangan diperdaya oleh orang yang lagi jual kecap. Semua jual kecap nomor satu kan?  Hati-hati," tegasnya.

Ahok juga mengungkit kembali penerapan Nawacita yang dijalankan Presiden Jokowi selama hampir 10 tahun memimpin bangsa ini.

Menurut dia, Nawacita yang dikerjakan Jokowi selama dua periode ini merupakan susunan dari PDIP. Sehingga, kata dia, pernyataan mengenai keberlanjutan akan sangat cocok dijalankan oleh Ganjar Pranowo.

"Yang mengusul Nawacita sejak periode pertama Pak Jokowi itu PDI Perjuangan bos. Jadi bagi saya kalau mau meneruskan Nawacita yang udah jalan 10 tahun, saya butuh orang yang ngerti Nawacita," kata Ahok, Rabu 7 Februari 2024 di Kupang.

Mantan Komut Pertamina itu merasa aneh ada orang yang ingin mengganti program Nawacita yang sudah dikerjakan 10 tahun belakangan ini. Baginya itu sesuatu bahaya.

Dia berpesan ke masyarakat untuk memberikan hak pilihnya secara jujur berlandaskan asas Pemilu. Ia tidak mau ada tekanan yang bermuara ke masyarakat.

"Tidak boleh ada tekanan dari siapapun, paksaan dari siapapun," kata dia.

Dia tidak mau masyarakat ditipu dengan gimik yang justru hanya bualan semata. Ahok lalu menyebut dirinya belum bisa mengikuti kampanye bersama Ganjar Pranowo dan Mahfud MD karena tidak masuk dalam tim kampanye nasional. 

PANJI PRAGIWAKSONO TAK SETUJU ANIES NYAPRES!

Pandji Pragiwaksono berbincang santai dengan Onadio Leonardo dalam channel YouTube sang musisi.

Uniknya, mereka juga membahas rencana nyapres Anies Baswedan yang memang kini sudah memiliki partai.

Onad bertanya kepada Pandji soal Anies yang mau mengikuti langkah Jokowi, yakni seusai lengser dari Gubernur DKI Jakarta, langsung nyapres.

Pandji mengaku tak setuju. Bahkan sang komika langsung japri eks gubernur DKI tersebut.

"Gue nggak setuju, bahkan gue udah whatsapp dia bahkan," jelas Pandji.

Pandji memaparkan penilaiannya terkait langkah Anies. Menurutnya, Anies sudah bagus jadi pemimpin daerah dengan program yang juga Baik.

"Gue bilang 'Pak, saya mendingan bapak jadi gubernur lagi, gue suka programnya, Jak Lingko," terang Pandji.

"Karakter pemimpin baru itu kan ngacak-ngacak yang nggak jalan sebelumnya, nah Jak Lingko bagus, sayang aja program sebagus itu nggak dilanjutin," sahut Pandji.

"Menurut gue lagi emang nggak cukup jadi gubernur cuma punya satu masa jabatan," tukasnya.

Anies diusung NasDem menjadi capres untuk Pemilu 2024. Sebelum benar-benar lengser, Anies memang sudah mendengungkan kemantapannya untuk nyalon pemimpin negara nomor satu.

JANGAN PILIH CAPRES YANG ADA AMIEN RAISNYA

Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid mengaku sepakat dengan pernyataan Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang meminta jangan memilih capres yang didukung oleh Abu Bakar Ba'asyir dan Amien Rais.

Sebab, menurut Yenny, semua yang melawan dan bertentangan dengan Pancasila tidak boleh diberikan ruang dalam setiap gelaran Pemilu dan Pilpres.

Paslon yang didukung Abu Bakar Ba'asyir dan Amien Rais yakni paslon nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Yenny mengatakan, tidak ada yang salah dalam pernyataan Gus Ipul terlebih sebagai Sekjen PBNU.

 Sebab kata putri Presiden ke 4 Gus Dur itu, sudah seharusnya masyarakat Indonesia mewaspadai kelompok yang mengusung ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

 "Jadi karena kita semua sudah punya kesepakatan Indonesia ini filosofi dasarnya adalah soal Pancasila. Jadi kalau ada kelompok-kelompok yang kemudian mengusung ideologi yang berlawanan dengan itu memang harus kita waspadai bahwa dia punya agenda-agenda terselubung," kata Yenny Wahid di Gedung High End.

"Jadi dalam konteks itu, ucapan Gus Ipul itu sebetulnya sebagai Sekjen PBNU sudah pas," ujar Yenny.

 Menurut Yenny, jika dilihat dari sudut pandang timses, jika ada persepsi berbeda, maka hal itu adalah persoalan lain.

Saat ini kata Yenny, dirinya fokus mengkampanyekan paslon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud.

"Jadi titik tolaknya kalau posisi kami adalah bahwa programnya paslon 03 itu adalah program di mana kita menghargai keberagaman yang ada di masyarakat," kata Yenny.

"Kita menghargai perbedaan agama, keyakinan, suku, ras, dan lain sebagainya. Nah ini yang menjadi titik tolak kita dalam berkampanye," ujarnya. 

POLITIK AGAMA KEMBALI DIMAINKAN! ABAH AOS: YANG TIDAK MEMILIH ANIES, DIA DAJJAL

Abah Aos memiliki nama lengkap Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul, salah satu ulama yang dikenal warga Jawa Barat. Secara terang-terangan, Abah Aos menyatakan dukungan untuk Capres-Cawapres 01, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Nama Abah Aos menjadi perbincangan, usai wanita bernama Eka Anugrah menyebut sosoknya. Eka Anugrah wanita asal Sumedang, menjadi perbincangan karena mendukung Anies, karena permintaan guru spiritualnya, Abah Aos. Bahkan Eka Anugrah menyerahkan 100 mobil kepada Tim Kampanye AMIN sesuai maklumat sang guru spiritual.

"Guru saya Abah Aos memaklumatkan kepada seluruh muridnya memilih Pak Anies," ujar Eka Anugrah, dikutip dari video TikTok @satukemakmuran.

Ini ia lontarkan, saat bertemu Capres 01 itu dalam acara Desak Anies, baru-baru ini. Selain itu, Abah Aos pun sempat menjadi sorotan di jagad media sosial TikTok. Karena ucapannya yang menyebut Anies seperti Imam Mahdi.

Sosok Abah Aos, merupakan Mursyid ke 38 Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) pondok Pesantren Suryalaya - Siranarasa Kabupaten Sumedang Tetapi kebanyakan jamaah yang sering datang mengikuti kajiannya lebih sering memanggil dirinya Pangersa Abah Aos. Abah Aos merupakan penganut aliran sufi.

Ia merupakan kelahiran Ciamis, pada tahun 1944, kini umur 80 tahun. Ia pernah melontarkan ucapan, jika tak memilih Anies Baswedan, maka dianggap Dajjal dan termasuk haram. Seperti akun TikTok @blackghost.co.id, mengunggah potongan video Abah Aos menyatakan Anies mirip Imam Mahdi.

"Siapa Imam Mahdi, Profesor Doktor Anies Rasyid Baswedan. Itu Imam Al Mahdi," kata Abah Aos.

Di hadapan jamaah pengajian, ia turut memuat dukungan kepada Anies Baswedan di Pilpres 2024.

"Lawan Dajjal itu Imam Mahdi. Maka Abah sudah deklarasi 2024 memenangkan Anies Baswedan."

"Kenapa, Imam Mahdi. Sedunia kalau haram, jika tidak mendukung Anies untuk Presiden tahun 2024, Dajjal," katanya dikutip dari TikTok @owandawijaya. 

ANIES PETUGAS PARTAI DAN BUDAKNYA SURYA PALOH

Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menyebut Anies Baswedan sebagai "petugas partai"-nya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Dalam diskusi daring MNC Trijaya bertajuk "Koalisi Ngalor-Ngidul", Sabtu (2/9), Herman mulanya bicara mengenai dugaan manuver Surya Paloh, Anies, maupun sosok mastermind lain di balik keputusan Anies berduet dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Dia menilai Anies pada hakikatnya tak cukup mampu berseberangan dengan Surya Paloh, meski telah memutuskan sosok cawapres pilihannya sendiri.

NasDem merupakan partai pertama yang mengusung sang Gubernur DKI Jakarta sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024, yang kemudian diikuti PKS dan Demokrat.

Karena hal itu, Anies disebut segan menentukan pilihannya sendiri dan memutuskan manut terhadap Paloh.

"Menurut saya Anies Baswedan tidak cukup mampu lah untuk bisa berseberangan dengan Pak Surya Paloh. Dia mungkin petugas [partai]-nya Pak Surya Paloh. Bagaimana pun sangat bergantung ke Pak Surya Paloh," ucap Herman dalam diskusi tersebut.

Meski begitu, Herman tak menampik dugaan kehadiran "mastermind" lain di balik sikap Anies dan Surya Paloh. Dia lalu menyebut Paloh punya hubungan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, Paloh ingin menjaga hubungan baik dengan Jokowi sehingga membuat manuver dadakan semacam itu.

"Pak Surya Paloh juga mungkin sangat menjaga hubungan baik dengan Presiden [Jokowi]. Mungkin saja Anies direstui tapi ya jangan [dengan Ketua Umum Partai Demokrat] AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Ya mungkin saja," tuturnya.

"Saya pakai bahasa mungkin karena saya tidak mendengar dan tidak mengetahui, tapi [ini] banyak menjadi pembicaraan bahwa yang penting bukan AHY. Tapi ya ini harus dikonfirmasi dulu. Saya kira Pak Mensesneg [Pratikno] sudah berikan klarifikasi tidak tapi rumor atau info yang didapat ya ada seperti itu," imbuh dia.

Dengan kondisi itu, Herman pun menilai Anies bukanlah pemimpin yang bebas, sama seperti Ganjar Pranowo selaku capres dari PDIP, yang selama ini menyabet julukan demikian.

Dia menegaskan Anies bukan pemimpin yang mampu membawa dirinya sendiri.

"Meskipun berulang kali disampaikan dalam forum-forum bahwa untuk calon wakil presiden diserahkan kepada Anies karena Anies nanti yang akan bersama-sama [dengan cawapres tersebut]. Anies [juga] sudah membawa nama AHY kok. Jadi [karena ini] Anies juga menurut saya bukan pemimpin yang bebas, pemimpin yang mampu membawa dirinya," ucap Herman.

Beberapa hari terakhir, ramai kabar duet Anies Baswedan dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar sebagai bakal capres dan cawapres di Pilpres 2024. Pemasangan itu disebut Partai Demokrat sebagai hasil kerja sama politik PKB dan Partai NasDem.

Demokrat selaku salah satu pengusung Anies merasa keputusan itu diambil sepihak oleh NasDem dan Anies. Pada Jumat (1/9), Demokrat langsung menggelar rapat Majelis Tinggi Partai yang dipimpin Ketua MTP Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Usai pertemuan, Majelis Tinggi menyatakan Demokrat membatalkan dukungan mereka terhadap Anies di Pilpres 2024. Sekretaris Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengatakan hal itu resmi membuat Tim 8 bubar.

Tim 8 merupakan tim yang terdiri dari perwakilan NasDem, Demokrat, PKS, dan pihak dari Anies. Tim kecil ini bertugas menggodok calon wakil presiden (cawapres) pendamping sang mantan Gubernur DKI Jakarta.

Sementara itu, PKB bersama NasDem berencana mendeklarasikan dukungan secara resmi kepada pasangan Anies dan Cak Imin di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9) siang ini. 

Friday, February 9, 2024

GANJAR PRANOWO: AHOK TEMAN SAYA, SEJAK DARI ANGGOTA DPR!

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dianggap sebagai ‘kuda putih’ Presiden Joko Widodo atau Jokowi ramai di media sosial X. Julukan itu disematkan warganet karena Jokowi dianggap sengaja menempatkan Ahok untuk mencegah pasangan calon (paslon) Ganjar Pranowo-Mahfud Md bergabung dengan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Calon presiden nomor urut tiga Ganjar Pranowo dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto lantas merespons anggapan jika Ahok ‘kuda putih’ Jokowi. Begini respons mereka.

Ganjar dengan tegas menepis isu bergabungnya Ahok ke pihaknya sebagai ‘kuda putih’ Jokowi. Menurut Ganjar, Ahok adalah teman.

"Ya, semuanya akan bisa mempertimbangkan, memperhitungkan, berasumsi. Tapi, Ahok teman saya. Dia sudah lama bersama saya dan tentu saja dia punya nilai-nilai, nilai-nilai itu dia tunjukkan waktu jadi anggota DPR, waktu jadi wakil gubernur, kemudian menjadi gubernur sebentar, lalu kemudian dia tidak bisa menjadi gubernur," ujar Ganjar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, 6 Februari 2024.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengatakan nilai yang dimiliki Ahok sudah teruji saat terjerat kasus penistaan agama yang membuatnya berada di balik jeruji.

"Ingat semua kasusnya? Orang jualan ayat, kemudian dia masuk penjara, dan dia ikhlas itu, lalu dia menjadi seorang profesional dengan bayaran yang cukup, dan dia memilih keluar untuk membantu saya karena sebuah nilai, sehingga harapan kita, kalau orang nanti mau bergabung atau tidak bergabung kami punya nilai, dan nilai itu secara universal bisa dipertanggungjawabkan. Take it or leave it, itu saja," ujar Ganjar.

Hasto: Efek kejut ke Jokowi

Sebelumnya, Hasto menyangkal adanya pandangan soal Ahok menjadi ‘kuda putih’ bagi Jokowi. Hasto justru berpandangan bahwa dukungan Ahok justru memberi efek kejut bagi Presiden Jokowi.

"Nggak ada kuda putih. Tapi itu mengejutkan, kemungkinan besar mengejutkan Pak Jokowi," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 5 Januari 2024, seperti dikutip dalam keterangan tertulis.

Pasalnya, kata dia, Ahok merupakan salah satu orang yang yang terlibat dengan keberhasilan Jokowi ketika sama-sama memimpin DKI Jakarta. Hasto menilai dukungan yang diberikan Ahok kepada Ganjar-Mahfud sepenuhnya merupakan gerakan moral dan etika.

"Itu kalkulasinya bukan untung rugi. Pak Ahok rugi karena Pertamina keuntungannya besar. Ini panggilan bangsa," ujarnya.

Hasto berharap, dukungan yang diberikan Ahok kepada Ganjar-Mahfud bisa diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali Jokowi yang merupakan orang dekat Ahok.

"Moga-moga Pak Jokowi ikut (dukung Ganjar-Mahfud)," ujar Hasto.

Sebelumnya, narasi yang menyebut Ahok sebagai ‘kuda putih’ Jokowi ramai di media sosial X. Banyak anggapan Jokowi sengaja menempatkan Ahok untuk mencegah paslon nomor urut tiga bergabung dengan paslon nomor urut satu.

Diketahui, Ahok mengundurkan diri sebagai komisaris utama PT Pertamina Persero. Langkah ini diambil dalam rangka ingin fokus mengampanyekan paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud Md di Pilpres 2024.

Kabar pengundurannya ini disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu lewat unggahan di akun instagram pribadinya @basukibtp. 

CALEG PENGUSUNG ANIES MUHAIMIN PUTUS ALIRAN AIR WARGA KARENA BEDA PILIHAN DUKUNGAN

Akibat beda dukungan pada pemilihan calon anggota DPR RI, aliran air ke rumah salah seorang warga di putus oleh tim sukses. Kondisi mempriha...