Sunday, July 2, 2023

CEK FAKTA: RAJA SALMAN IZINKAN ANIES PIMPIN KHUTBAH DAN IMAM DI MASJIDIL HARAM?

Sebuah video menarasikan bakal capres Anies Baswedan diminta oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz untuk menjadi imam di Masjidil Haram. Unggahan di video itu juga menyebut Anies juga akan memberikan khutbah

Thumbnail pada video menampilkan orang-orang sedang salat di depan Kabah. Sedangkan Anies berdiri di mimbar.

"SATU-SATUNYA CAPRES RI !! RAJA SALMAN MINTA ANIES PIMPIN KHUTBAH DIDEPAN KA'BAH || BERITA TERBARU," judul video yang diunggah di YouTube.

Sedangkan isi video memperlihatkan Anies sedang khutbah. Kemudian foto Anies dan Raja Salman sedang tawaf bersama.

Setelah dilakukan penelusuran oleh cek fakta merdeka.com, video yang mengeklaim Raja Salman mengizinkan Anies Baswedan pimpin khutbah dan jadi imam di Masjidil Haram adalah keliru alias hoaks.

Setelah dilihat secara keseluruhan, isi video tidak ada kaitannya dengan Anies jadi imam di Masjidil Haram. Video Anies sedang khutbah, diambil pada tahun 2011. Video identik dengan unggahan YouTube Anies Baswedan berjudul “ Anies Baswedan- Khotbah Idul Adha 1432”

Anies menjadi khotib saat salat Idul Adha di Masjid Al-Izhar, Pondok Labu, Jakarta Selatan, 6 November 2011.

Sedangkan foto Anies dan Raja Salman sedang tawaf bersama adalah hasil editan. Foto aslinya ada Jokowi sedang umrah pada tahun 2019.

Untuk narasi video, mengutip dari artikel berjudul “Guru Besar Komunikasi UI: Buruk, Cara Andy F Noya Mewawancarai Anies Baswedan” diunggah kbanews.

Guru Besar Ilmu Komunikasi dari Unversitas Indonesia (UI) Zulhasril Nasir menilai gaya Andy F Noya dalam mewawancarai Bacapres Koalisi Perubahan untuk Keadilan Anies Baswedan sebagai sesuatu yang buruk. Dia betindak seperti Jaksa Penuntut Umum dalam pengadilan pidana.

Dalam pencairan di Google juga tidak temukan informasi soal Raja Salman izinkan Anies Baswedan jadi imam di Masjidil Haram.

Video yang mengeklaim Raja Salman mengizinkan Anies Baswedan pimpin khutbah dan jadi imam di Masjidil Haram adalah keliru.

Isi video dan narasi tidak ada pembahasan soal Anies yang menjadi imam di Masjidil Haram.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

DIBANDING ANIES, GANJAR DINILAI ELEGAN TAK PAMER POSTINGAN SAAT HAJI

Dua bakal capres 2024, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo sama-sama menunaikan ibadah haji pada 2023. Sikap keduanya selama di Tanah Suci pun menjadi sorotan.

Salah satunya peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad yang menyoroti perbedaan sikap Anies dan Ganjar dalam menjalan ibadah haji. Dia mengomentari tindakan Anies yang kerap mengunggah kegiatannya, termasuk saat menghadiri undangan makan siang oleh Raja Salman.

Seperti diketahui, Ganjar dan Anies sama-sama dijamu makan siang oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Makkah pada Kamis (29/6) kemarin. Namun, dari pantauan akun media sosial keduanya, hanya Anies yang beberapa kali mengunggah momen ibadah haji. Sementara Ganjar tidak ada mengunggah kegiatan ibadahnya selama di Tanah Suci.

Menurut Saidiman, unggahan Anies saat datang ke jamuan dari Kerajaan Arab Saudi semacam bentuk pengakuan.

"Ya, saya juga melihat ada perbedaan antara Ganjar dan Anies dalam memperlakukan ibadah haji yang mereka ikuti. Setidaknya itu terlihat dari unggahan di masing-masing akun media sosial mereka, terutama Instagram," ujar Saidiman dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/7/2023).

Dia menyebut sejak berangkat Anies sudah mengunggah berbagai postingan soal perjalanan hajinya. Hal tersebut berbeda jauh dengan Ganjar Pranowo. Dia memuji sikap Ganjar yang terlihat elegan karena tidak menjadikan kegiatan dan ibadah sebagai bahan konten.

"Sementara Ganjar tidak punya postingan sama sekali soal itu," kata dia.

Dia menilai unggahan Anies itu menunjukkan karakternya lebih banyak memanfaatkan setiap moment. "Sementara Ganjar lebih selektif," imbuh dia.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh pengamat politik Karyono Wibowo. Dia mengatakan Anies beberapa kali mengunggah foto kegiatan bersama Kerajaan Arab Saudi tersebut meskipun itu suatu hal yang lumrah.

"Tidak ada yang salah dari yang dilakukan Anies, hanya saja terkesan pamer dan ingin mendapat pengakuan bahwa dirinya diundang Raja Salman," tuturnya.

Menurutnya apa yang dilakukan Anies itu sebagai upaya mendapatkan efek elektoral.

"Anies mungkin sengaja mengkapitalisasi momen kebersamaan dengan Raja Salman untuk membangun citra diri dengan harapan mendapat simpati umat muslim," pungkasnya.

Saturday, July 1, 2023

KADA LAGI SAFARI KE INDONESIA, KINI ANISE DIJUAL KE ARAB

Anies Baswedan dan Arab Saudi kerap dikaitkan untuk dijadikan bahan hoaks, hal ini tentu dapat menimbulkan persepsi yang salah.

Beredar di media sosial postingan foto yang mengklaim Anies Baswedan dan Raja Salman melakukan Tawaf dengan dikawal aparat kerajaan Arab Saudi. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 25 Juni 2023.

Dalam postingannya terdapat foto Anies Baswedan dan Raja Salam dengan latar belakang Ka'bah. Foto itu disertai narasi "Bagai Presiden, Anies& Raja Salman dikawal aparat kerajaan saat Tawaf".

Akun itu juga menambahkan narasi "Anies for presiden". Hingga saat ini postingan itu telah mendapatkan 188 komentar dan 32 kali dibagikan.

Lalu benarkah postingan foto yang mengklaim Anies Baswedan dan Raja Salman melakukan Tawaf dengan dikawal aparat kerajaan Arab Saudi?

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan foto yang identik dengan postingan. Foto itu diunggah oleh Suara.com dalam artikel berjudul "Jokowi Umroh Jelang Pencoblosan, Pengamat Sebut Bisa Naikkan Suara" yang tayang pada 16 April 2019.

Namun dalam foto tersebut tidak ada wajah Anies Baswedan dan Raja Salman seperti dalam postingan. Faktanya, wajah Anies Baswedan dan Raja Salman merupakan hasil editan dari foto aslinya.

Gambar yang identik juga ditemukan dalam video berjudul "Presiden Jokowi Menunaikan Ibadah Umrah, Makkah, 15 April 2019" yang diunggah akun Kementerian Sekretariat Negara di Youtube pada 16 April 2019.

Dalam video itu tepatnya pada menit 2:05 terdapat gambar yang identik dengan postingan. Kesamaan terdapat pada seseorang yang berada di samping Jokowi dan Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming yang berada di belakangnya.

AHOK SALAMAN BERSAMA RAJA ARAB ANIES SALAMAN BERSAMA RAJA DANGDUT

Ketika dunia datar dihebohkan dengan berita Pak Ahok menyambut Raja Salman, dunia datar juga tentu tidak lupa untuk menghebohkan diri mereka dengan pemberitaan bahwa Anies juga melakukan hal yang sama. Jadi siapa bilang Anies tidak dapat dibandingkan dengan Ahok?

Anies tidak menyambut oleh Raja, namun Anies disambut oleh Raja! Siapa lagi kalau bukan Raja Dangdut, Rhoma Irama? Pentolan grup dangdut Soneta ini pernah menyambut kehadiran Anies di lokasinya. Bayangkan, lebih luar biasa bukan? Itulah kira-kira pandangan yang dilihat dari mata kaum-kaum bumi datar.

Pandangan Kaum Bumi Datar

Mereka menjadi segerombolan makhluk yang senang ketika Ahok susah, dan susah ketika Ahok senang. Inilah yang menjadi keseruan untuk memberitakan mengenai orang-orang kaum bumi datar. Mereka adalah orang yang memberitakan berita palsu untuk menutup berita asli. Ini yang disebut hoax. Kaum bumi datar ini bukannya tidak ada ketua. Mereka memiliki ketua. Ketua mereka merupakan sosok amphibi, ia dapat hidup di dua alam.

Bahkan lebih hebatnya lagi, bukan dua alam saja, namun ia dapat hidup di dua dunia. Flat Earth and Globe, merupakan dua dunia yang ditinggali oleh Sang Pemimpin Amphibi. Amphibi ini suka sekali mengumpat dan menghina pemberitaan asli. Siapakah dia? Silakan tebak sendiri!

Kaum bumi datar ini adalah kebanyakan pendukung pasangan calon gubernur yang memanjakan mereka. Setelah paslon 1 gagal maju ke putaran kedua dan paslon 3 sempat menghina kebijakan 1 Miliar per RW, sekarang justru paslon 3 yang menawarkan kembali program tersebut kepada warga Jakarta.

Program Kerja Inkonsisten Menandakan Calon Pemimpin yang Inkonsisten Pula

Anies ini adalah seseorang yang sangat lihai di dalam menarik perhatian dan simpati warga. Hanya cukup tersenyum dan menawarkan janji manies-nya di khalayak bumi datar. Mereka tentu senang untuk menerima kalimat-kalimat indah. Mereka tidak berpikir panjang untuk mengetahui kelanjutan dan detail dari setiap program.

Program Rumah Inkonsisten VS Rusun Ahok

Program rumah DP inkonsisten juga menjadi satu bukti bahwa program paslon ini merupakan program yang tidak matang. Apakah program ini tidak bisa dimatangkan? Saya ragu-ragu, bayangkan saja makanan yang tidak matang, dan sudah didiamkan beberapa hari, apakah masih bisa dimatangkan? Jika jawabannya “YA”, silakan matangkan makanan basi tersebut. Saya sih tidak mau ya makan makanan basi.

Program OK OCE VS Jakarta Creative Hub

Program OK OCE yang diulang-ulang oleh Sandiaga seperti kaset rusak, juga sekarang terbukti sudah dijalankan oleh Pak Ahok. Pak Ahok dan Djarot dengan Jakarta Creative Hub-nya sudah berdiri di daerah Tanah Abang. Program memberdayakan rakyat Jakarta dijalankan disini. Warga mendapatkan tempat kerja dan dapat harapan untuk berkarya.

Hidup ini singkat bung! Jangan sia-siakan 5 tahun dengan janji manies dari pasangan calon yang tidak jelas dan inkonsisten. Biarkan Sang Petahana melanjutkan program kerjanya.

Menurut haters, salaman bersama Raja Dangdut merupakan berita yang harusnya seimbang untuk dibandingkan dengan salaman Raja Salman kepada Pak Ahok. Bersalaman merupakan bentuk saling mendukung. Jadi jangan kejang jika saya mengatakan Pak Ahok bersalaman dengan Raja Salman merupakan bentuk dukungan Raja Arab kepada Pak Ahok.

Warga Jakarta harus di edukasi di dalam melihat program kerja yang ditawarkan oleh paslon. Jangan sampai termakan oleh janji-janji kosong yang ternyata direalisasikan oleh orang lain.

JIS ABAL-ABAL BUKTI KEGAGALAN ANIES! SAMPE HARUS DIRENOVASI JOKOWI

Jokowi menginginkan renovasi Jakarta International Stadium (JIS) agar sesuai standar menjelang Piala Dunia U-17.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengatakan renovasi dilakukan ahar stadion itu memenuhi standar. Dia akan mengecek JIS secepatnya.

"Saya akan mengunjungi JIS dalam waktu dekat ini karena memang Bapak Presiden juga menginginkan JIS direnovasi sesuai standar," kata Dito di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (28/6).

Dito mengatakan ada sejumlah catatan tentang standar kualitas JIS. Di antaranya adalah soal akses masuk dan tempat parkir.

Ia belum bisa memastikan apakah JIS akan dipakai untuk pertandingan Piala Dunia U-17. Dito bilang stadion itu masih dalam tahap pengecekan.

"Kalau untuk U-17, kita akan membahas selanjutnya, tetapi yang pasti target kita dari Bapak Presiden adalah 22 stadion di Indonesia ini bisa digunakan kapan pun," ujarnya.

Sebelumnya, JIS masuk dalam calon tempat pertandingan Piala Dunia U-17. Jokowi menyebut stadion itu menjadi alternatif karena Stadion Utama Gelora Bung Karno dipakai konser Coldplay di waktu yang bersamaan.

Konser Coldplay digelar di GBK pada 15 November 2023. Adapun Piala Dunia U-17 dilaksanakan pada rentang waktu 10 November hingga 2 Desember 2023.

"Ya nanti kan dicarikan solusi. Stadion kita kan juga bukan hanya GBK. Yang lain kan ada, ada JIS kan ada," ungkap Jokowi di Pasar Palmerah, Jakarta, Senin (26/6).

CEK FAKTA: RAJA SALMAN IZINKAN ANIES PIMPIN KHUTBAH DAN IMAM DI MASJIDIL HARAM?

Sebuah video menarasikan bakal capres Anies Baswedan diminta oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz untuk menjadi imam di Masjidil Haram. Unggahan di video itu juga menyebut Anies juga akan memberikan khutbah

Thumbnail pada video menampilkan orang-orang sedang salat di depan Kabah. Sedangkan Anies berdiri di mimbar.

"SATU-SATUNYA CAPRES RI !! RAJA SALMAN MINTA ANIES PIMPIN KHUTBAH DIDEPAN KA'BAH || BERITA TERBARU," judul video yang diunggah di YouTube.

Sedangkan isi video memperlihatkan Anies sedang khutbah. Kemudian foto Anies dan Raja Salman sedang tawaf bersama.

Setelah dilakukan penelusuran oleh cek fakta merdeka.com, video yang mengeklaim Raja Salman mengizinkan Anies Baswedan pimpin khutbah dan jadi imam di Masjidil Haram adalah keliru alias hoaks.

Setelah dilihat secara keseluruhan, isi video tidak ada kaitannya dengan Anies jadi imam di Masjidil Haram. Video Anies sedang khutbah, diambil pada tahun 2011. Video identik dengan unggahan YouTube Anies Baswedan berjudul “ Anies Baswedan- Khotbah Idul Adha 1432”

Anies menjadi khotib saat salat Idul Adha di Masjid Al-Izhar, Pondok Labu, Jakarta Selatan, 6 November 2011.

Sedangkan foto Anies dan Raja Salman sedang tawaf bersama adalah hasil editan. Foto aslinya ada Jokowi sedang umrah pada tahun 2019.

Untuk narasi video, mengutip dari artikel berjudul “Guru Besar Komunikasi UI: Buruk, Cara Andy F Noya Mewawancarai Anies Baswedan” diunggah kbanews.

Guru Besar Ilmu Komunikasi dari Unversitas Indonesia (UI) Zulhasril Nasir menilai gaya Andy F Noya dalam mewawancarai Bacapres Koalisi Perubahan untuk Keadilan Anies Baswedan sebagai sesuatu yang buruk. Dia betindak seperti Jaksa Penuntut Umum dalam pengadilan pidana.

Dalam pencairan di Google juga tidak temukan informasi soal Raja Salman izinkan Anies Baswedan jadi imam di Masjidil Haram.

Video yang mengeklaim Raja Salman mengizinkan Anies Baswedan pimpin khutbah dan jadi imam di Masjidil Haram adalah keliru.

Isi video dan narasi tidak ada pembahasan soal Anies yang menjadi imam di Masjidil Haram.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

SAFARI POLITIK ANIES BASWEDAN DINILAI TAK ETIS

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengaku, telah mendapat laporan terkait safari dan kampanye yang dilakukan Anies Baswedan di sejumlah wilayah di Indonesia. Bawaslu menilai, tindakan itu memang kurang etis dan dapat dipandang menjadi kampanye terselubung juga terkesan mencuri start dalam melakukan kampanye sebagai calon Presiden dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

“Publik telah mengetahui bahwa Anies Baswaden merupakan bakal calon presiden yang akan diusung oleh gabungan partai tertentu, sehingga aktivitas safari politiknya dapat saja dimaknai sebagai aktivitas mengkampanyekan atau setidaknya mensosialisasikan dirinya sebagai bakal calon presiden pada Pemilu 2024, terutama dalam rangka meningkatkan elaktabilitasnya nanti di Pemilu 2024,” tulis Bawaslu lewat siaran pers diterima, Jumat (16/12/2022).

Bawaslu menambahkan, tindakan Anies dinilai bertentangan dengan prinsip kesetaraan dan keadilan bagi semua pihak yang hendak berkontestasi dalam pemilu. Safari politik, lanjut Bawaslu, hakikatnya memang bertujuan untuk mengenal lebih jauh partai dan calon presiden yang akan diusung.

Meski dinilai kurang etis dan bertentangan dengan prinsip kesetaraan, namun tindakan menyosialisasikan diri para calon sebelum masa kampanye adalah sah. Asalakan ditempuh melalui cara-cara yang dikehendaki UU Pemilu sebagai regulasi yang mengatur tentang pemilihan umum.

“Bahwa semua orang harus paham dan dapat menahan diri untuk tidak melakukan apapun bentuk kampanye atau sosialisasi diri sebab saat ini bukanlah waktunya untuk berkampanye,” tegas Bawaslu.

Bawalu meminta, agar setiap orang diwajibkan untuk memberikan pendidikan politik dan menciptakan iklim politik yang sejuk dalam penyelenggaraan pemilu.

“Ini untuk mencegah terjadinya dugaan pelanggaran yang dapat mencederai keadilan pemilu dan dalam rangka menjaga dan merawat prinsip-prinsip pemilu yang berintegritas,” Bawaslu memungkasi.

Jawaban Anies Disebut Curi Start

Bakal calon presiden yang diusung oleh NasDem, Anies Baswedan angkat bicara soal koalisi antara PKS dan Demokrat. Menurut dia, peluang itu terbuka untuk bersama-sama di Pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikannya usai mengkuti Rapat Akbar dan Silaturahmi Partai NasDem Sulsel di gedung Celebes Convention Center (CCC) Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 10 Desember 2022.

"Kami selalu mengadakan silaturahmi, dengan pimpinan wilayah, daerah Partai NasDem, Demokrat dan PKS juga itu akan kami lakukan," ujar Anies.

Seperti dilansir dari Antara, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, konsolidasi dan komunikasi terus berjalan dengan Parpol lain. Bahkan biasanya dalam setiap pertemuan-pertemuan tetap mengakomodir unsur dari daerah-daerah.

"Kita berharap yang dibangun ini bukan hanya untuk eksekutif tapi juga legislatif, karena bagaimana pun juga ikhtiar perjuangan ini bersama eksekutif dan legislatif," kata Anies.

Saat ditanyakan dengan gencarnya melaksanakan safari politik di berbagai daerah termasuk di Sulsel hingga dituding pihak tertentu telah berkampanye lebih awal di luar jadwal penyelenggara pemilu, kata dia, belum masuk jadwal dan di undang-undang ada hak warga negara menyampaikan pendapat."Setiap warga negara berhak untuk berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat kapan saja dimana saja. Karena ini negeri demokrasi, kebebasan berpendapat, berserikat dilindungi undang-undang," ucapnya.


CALEG PENGUSUNG ANIES MUHAIMIN PUTUS ALIRAN AIR WARGA KARENA BEDA PILIHAN DUKUNGAN

Akibat beda dukungan pada pemilihan calon anggota DPR RI, aliran air ke rumah salah seorang warga di putus oleh tim sukses. Kondisi mempriha...